Lorena Wiebes Rebut Etape Pembuka Tour de France Femmes, Kunci Jersey Kuning Perdana
Baca dalam 60 detik
- Sprinter Belanda Lorena Wiebes memenangi etape pertama Tour de France Femmes 2026 setelah sukses bertahan di tanjakan kritis sebelum finis.
- Kemenangan keenamnya di ajang ini menegaskan dominasinya sebagai sprinter tercepat, sekaligus mengukuhkan rekor stage win terbanyak sejak 2022.
- Etape kedua yang datar di Swiss menjadi peluang emas bagi Wiebes untuk memperpanjang keunggulannya di klasemen umum.

Lorena Wiebes, sprinter Belanda yang dijuluki wanita tercepat di peleton, memulai Tour de France Femmes 2026 dengan sempurna. Pada etape pembuka yang menempuh rute 85,5 mil dari Lausanne, Swiss, ia berhasil memenangkan sprint akhir dan mengunci jersey kuning pertamanya di ajang ini. Kemenangan ini bukan sekadar torehan prestasi, tetapi juga sinyal kuat bahwa dominasinya di dunia balap sepeda putri belum tergoyahkan.
Meski diunggulkan, kemenangan Wiebes nyaris tergelincir. Tanjakan pendek sepanjang 1,5 mil dengan kemiringan 4,1 persen menjelang finis menjadi ujian sesungguhnya. Sekelompok sekitar 20 pembalap berhasil bertahan di depan, termasuk rival-rival utamanya. Namun, dengan sisa 200 meter, Wiebes melesat dan menang tipis atas Kim le Court-Pienaar dari Mauritius serta Demi Vollering, juara 2023 asal Belanda. Pauline Ferrand-Prevot, juara bertahan asal Prancis, juga finis dalam grup yang sama, menambah ketatnya persaingan di klasemen umum.
Bagi Wiebes, kemenangan ini adalah yang keenam di Tour de France Femmes, menjadikannya pembalap dengan stage win terbanyak sejak balapan ini kembali digelar pada 2022. Ini juga kali kedua ia mengenakan jersey kuning, setelah sebelumnya sempat memakainya empat tahun lalu. "Saya tidak percaya," ujarnya usai balapan. "Ferrand-Prevot maju ke depan, lalu Demi menyerang, jadi saya tahu harus mengikuti. Sprintnya panjang, tapi saya sangat bahagia."
Di sisi lain, etape ini juga menjadi panggung bagi pembalap Prancis Oceane Mahe yang berhasil memenangkan dua tanjakan kategori tiga di pertengahan etape, memastikan dirinya mengenakan jersey Queen of the Mountains pada etape berikutnya. Sementara itu, Pfeiffer Georgi, juara Inggris tiga kali, finis di posisi ke-25 dengan selisih 22 detik dari Wiebes.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, ajang ini semakin menarik karena menunjukkan peningkatan kualitas kompetisi putri. Meski belum ada pembalap Indonesia yang tampil, perkembangan ini bisa menjadi inspirasi bagi pembinaan atlet putri di tanah air. Dengan semakin populernya balap sepeda, terutama setelah sukses ajang-ajang internasional di Asia, bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia akan memiliki wakil di Tour de France Femmes.
Tour de France Femmes 2026 diikuti 147 pembalap yang akan bertarung dalam sembilan etape. Salah satu momen yang paling dinantikan adalah pendakian legendaris Mont Ventoux pada etape ketujuh, yang untuk pertama kalinya masuk dalam rute balapan ini. Etape kedua yang berlangsung Selasa di Swiss, dengan rute datar dari Aigle ke Jenewa, diprediksi akan kembali menjadi ajang sprint massal. Akankah Wiebes mampu mempertahankan jersey kuning dan menambah koleksi kemenangannya? Atau akankah ada kejutan dari pembalap lain yang siap menantang dominasinya?



