Lottie Woad dan Charley Hull Bersaing di Putaran Final Women's Open: Peluang Inggris di Royal Lytham
Baca dalam 60 detik
- Dua pegolf Inggris, Lottie Woad dan Charley Hull, masuk dalam persaingan gelar di putaran final AIG Women's Open, dengan Woad di posisi tiga under dan Hull lima pukulan di belakang pemimpin.
- Yealimi Noh, pegolf Amerika berusia 22 tahun, memimpin klasemen setelah mencatat 69 pada putaran ketiga, unggul tiga pukulan dari empat penantang terdekat.
- Nelly Korda, peringkat satu dunia, gagal memanfaatkan peluang grand slam setelah double-bogey di hole 18, tertinggal delapan pukulan dari pemimpin.

Dua pegolf Inggris, Lottie Woad dan Charley Hull, masih menjaga asa untuk merebut gelar mayor perdana mereka pada putaran final AIG Women's Open di Royal Lytham & St Annes, Minggu (4/8). Woad, yang baru berusia 21 tahun, mencatat skor 70 (satu under) pada putaran ketiga dan kini berada di posisi tiga under, sementara Hull harus berjuang keras setelah tiga bogey di awal putaran untuk akhirnya menyelesaikan dengan 71 (satu under) dan total dua under.
Hull, yang lima kali menjadi runner-up di ajang mayor, mengaku sempat tampil buruk di enam hole pertama. "Enam hole pertama saya bermain seperti pegolf handicap 10 dan melewatkan tiga putt yang seharusnya masuk dari jarak lima kaki," ujarnya kepada Sky Sports. Namun, ia bangkit dengan birdie di hole 15 dan 16, serta menyelamatkan par di hole 17. "Saya cukup bangga dengan cara saya menyelesaikan putaran," tambahnya.
Sementara itu, pimpinan klasemen dipegang oleh Yealimi Noh dari Amerika Serikat. Pegolf berusia 22 tahun itu mencatat 69 (dua under) dan menjadi satu dari hanya sembilan pemain yang berhasil menembus par di tengah kondisi angin kencang di pesisir Lancashire. Noh, yang berada di peringkat 69 dunia, kini unggul tiga pukulan atas empat penantang terdekat: Esther Henseleit (Jerman), Lucy Li (AS), Shiho Kuwaki (Jepang), Jeeno Thitikul (Thailand), dan Ryu Hae-ran (Korea Selatan) yang sempat memimpin di putaran kedua.
Persaingan di papan atas sangat ketat. Empat dari sepuluh pegolf terbaik dunia masih berada dalam jarak lima pukulan dari pemimpin. Lydia Ko dari Selandia Baru, yang telah mengoleksi tiga gelar mayor, juga masih berpeluang setelah mencatat birdie di tiga hole terakhirnya, berada di posisi satu under. Namun, nasib berbeda dialami Nelly Korda, peringkat satu dunia. Double-bogey di hole 18 membuatnya harus puas tertinggal delapan pukulan dari pemimpin, sehingga kansnya untuk meraih grand slam karir pupus.
Bagi Indonesia, ajang ini menjadi tontonan menarik karena menunjukkan bagaimana tekanan kompetisi level tertinggi dapat mengubah performa pegolf, bahkan bagi yang berperingkat tinggi. Meski belum ada wakil Indonesia di ajang ini, perkembangan golf putri dunia bisa menjadi inspirasi bagi pegolf muda Tanah Air yang mulai menembus kancah internasional. Dengan semakin banyaknya turnamen bergengsi yang disiarkan, diharapkan minat dan pembinaan golf putri di Indonesia semakin meningkat.
Putaran final yang akan dimainkan Minggu ini diprediksi berlangsung sengit. Kondisi angin yang menjadi ciri khas lapangan Royal Lytham akan kembali menjadi ujian. Pertanyaan besarnya: akankah Noh mampu mempertahankan keunggulannya, atau justru pengalaman para pesaingnya seperti Thitikul dan Ryu yang akan berbicara? Bagi Hull, ini adalah kesempatan emas untuk memutus puasa gelar mayor, sementara Woad, yang masih muda, bisa menjadi kejutan. Satu hal yang pasti, persaingan menuju puncak klasemen masih terbuka lebar.



