Emma Finucane Ukir Sejarah: Emas Ketiga di Commonwealth Games, Rekor Baru Wales
Baca dalam 60 detik
- Finucane memenangi nomor time trial 1.000m, mengukuhkan posisinya sebagai atlet Wales paling sukses di ajang ini.
- Dengan tiga emas, ia melampaui capaian pendahulunya dan berpeluang menambah satu lagi di nomor keirin.
- Prestasi ini menegaskan dominasi Inggris Raya dalam balap sepeda, sekaligus memberi inspirasi bagi atlet Asia termasuk Indonesia.

Emma Finucane kembali mencatatkan namanya dalam buku sejarah olahraga Wales. Pada Sabtu (10/8), pebalap sepeda berusia 23 tahun itu merebut medali emas nomor 1.000 meter time trial di Commonwealth Games Glasgow, sekaligus menjadi perempuan Wales pertama yang mengoleksi tiga emas dalam satu edisi ajang multicabang tersebut.
Kemenangan ini melengkapi dua emas sebelumnya yang diraihnya di nomor sprint beregu dan sprint individu. Finucane, yang juga peraih emas Olimpiade Paris 2024, menuntaskan lintasan 1.000 meter dalam waktu 1 menit 5,285 detik. Catatan waktu tersebut langsung mengamankan posisinya di podium tertinggi, bahkan sebelum dua pesaing terakhir tampil.
Dua penantang terkuat, Sophie Capewell dari Inggris dan Ellesse Andrews dari Selandia Baru, gagal menandingi waktu Finucane. Capewell finis di bawah satu menit 6 detik, sementara Andrews tertinggal lebih jauh. Hasil ini membuat Finucane tak terbendung di nomor yang baru pertama kali dipertandingkan di Commonwealth Games ini.
Pencapaian Finucane tak hanya soal jumlah medali. Ia kini berdiri di ambang rekor baru: jika mampu memenangi nomor keirin pada Minggu, ia akan menjadi perempuan Wales dengan koleksi emas Commonwealth Games terbanyak sepanjang sejarah. Saat ini, rekor tersebut dipegang oleh atlet-atlet senior Wales yang telah pensiun.
Di sisi lain, rekan setimnya, Megan Barker, yang biasanya turun di nomor endurance, finis kelima dengan catatan 1 menit 6,345 detik. Meski bukan hasil terbaik, penampilan Barker menunjukkan kedalaman skuad Inggris Raya di nomor sprint.
Bagi Indonesia, prestasi Finucane menjadi pengingat bahwa investasi jangka panjang pada pembinaan atlet muda, terutama di cabang olahraga yang jarang dilirik seperti balap sepeda, dapat menghasilkan prestasi gemilang. Indonesia sendiri tengah gencar mempersiapkan atlet untuk SEA Games dan Olimpiade, dan keberhasilan Finucane bisa menjadi inspirasi bagi para pebalap muda Tanah Air untuk menembus level dunia.
Finucane sendiri mengaku tidak terbebani dengan target rekor. Menurutnya, fokus utamanya adalah menikmati setiap balapan dan memberikan yang terbaik untuk Wales. Namun, jika ia berhasil memenangi keirin, namanya akan semakin kokoh di puncak sejarah olahraga Wales.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Finucane mempertahankan performa puncaknya di nomor keirin yang penuh taktik dan kecepatan? Jika ya, ia tidak hanya mengukir rekor pribadi, tetapi juga menginspirasi generasi baru pebalap sepeda di Wales dan sekitarnya.



