Amir Daniel Ukir Sejarah: Emas Judo Pertama Malaysia di Commonwealth Games
Baca dalam 60 detik
- Atlet judo Malaysia, Amir Daniel Abdul Majeed, mempersembahkan medali emas perdana bagi negaranya di ajang Commonwealth Games Glasgow 2026.
- Kemenangan telak 10-0 atas lawan asal Afrika Selatan menandai lompatan prestasi setelah sebelumnya hanya meraih perunggu di kelas berbeda.
- Pencapaian ini menjadi modal berharga bagi perkembangan judo Asia Tenggara, sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi untuk belajar dari rival regionalnya.

Amir Daniel Abdul Majeed, judoka berusia 21 tahun, mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga Malaysia dengan meraih medali emas pertama untuk cabang judo di Commonwealth Games Glasgow, Sabtu (1/8). Kemenangan ini bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan tonggak baru bagi perkembangan judo di Asia Tenggara.
Pada laga final kelas 81 kilogram putra, Amir tampil dominan dengan mengalahkan wakil Afrika Selatan, Timothy Meuwsen, melalui skor telak 10-0. Momen krusial terjadi ketika Amir berhasil melancarkan teknik waza-ari yang menjadi penentu kemenangan terbesar dalam kariernya. Sebelumnya, ia melaju ke final setelah menyingkirkan judoka Australia, Keishin Ochi, dengan skor tipis 1-0 di semifinal.
Kemenangan ini terasa istimewa karena Amir sebelumnya hanya mampu membawa pulang perunggu pada debutnya di Birmingham empat tahun lalu, tepatnya di kelas 73 kilogram. Kini, dengan naik ke kelas yang lebih berat, ia justru menunjukkan peningkatan signifikan. Gelar juara SEA Games yang sudah ia pegang kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu judoka terbaik kawasan.
Bagi Indonesia, torehan Amir menjadi pelajaran berharga. Negeri ini memiliki tradisi judo yang cukup kuat, namun belum mampu menembus podium tertinggi di ajas sebesar Commonwealth Games. Keberhasilan Malaysia ini diharapkan memacu federasi judo di tanah air untuk lebih serius dalam pembinaan atlet muda, terutama dalam hal strategi pertandingan dan manajemen tekanan.
Prestasi Amir juga menyoroti pentingnya adaptasi kelas berat badan dalam judo. Keputusan untuk naik kelas bukanlah langkah mudah, mengingat lawan yang dihadapi umumnya lebih kuat secara fisik. Namun, dengan teknik yang matang dan mental baja, Amir membuktikan bahwa strategi jangka panjang bisa membuahkan hasil optimal.
Keberhasilan ini tentu akan menjadi modal berharga bagi Amir menjelang kejuaraan-kejuaraan berikutnya, termasuk Asian Games dan Olimpiade. Pertanyaannya, apakah judoka Asia Tenggara lain, termasuk Indonesia, mampu mengikuti jejak Amir? Jawabannya bergantung pada keseriusan pembinaan dan dukungan yang diberikan oleh masing-masing federasi.



