Frattesi di Ambang Pintu Keluar Inter: Juventus dan Roma Siap Berebut
Baca dalam 60 detik
- Gelandang Inter Milan, Davide Frattesi, dikabarkan akan hengkang setelah kehilangan tempat utama di bawah pelatih Cristian Chivu.
- Inter membanderol Frattesi dengan harga sekitar โฌ30 juta, dengan Nottingham Forest sebagai peminat asing terdepan.
- Preferensi pemain untuk bertahan di Italia membuka peluang bagi Juventus dan Roma untuk merekrutnya pada bursa transfer musim panas ini.

Karier Davide Frattesi di Inter Milan tampaknya memasuki babak akhir. Gelandang berusia 25 tahun itu semakin tersingkir dari skema utama pelatih Cristian Chivu, dan kabar kepergiannya kini menjadi perbincangan hangat di bursa transfer Serie A. Juventus dan Roma disebut-sebut sebagai dua klub domestik yang siap menampungnya.
Menurut laporan calciomercato.it, Frattesi tidak lagi menjadi bagian tetap dalam rencana Chivu. Ia dikabarkan akan meninggalkan San Siro dalam beberapa pekan ke depan demi mendapatkan menit bermain reguler yang selama ini ia butuhkan. Inter sendiri mematok harga sekitar โฌ30 juta untuk pemain kelahiran 1999 tersebut, meski hingga kini belum ada tawaran resmi yang masuk.
Di kancah internasional, Nottingham Forest menjadi peminat paling serius. Klub asal Inggris itu telah memburu Frattesi dalam beberapa bursa transfer terakhir, bahkan nyaris menuntaskan kesepakatan pada Januari lalu sebelum akhirnya kembali mengintai. Forest menilai Frattesi sebagai tambahan kualitas untuk lini tengah mereka. Namun, keinginan pribadi pemain untuk tetap bermain di Italia menjadi faktor penentu yang mengarahkan spekulasi ke klub-klub domestik.
Roma, klub asal kota kelahiran Frattesi, berpotensi kembali meliriknya. Terlebih jika Manu Konรฉ hengkang, Frattesi bisa menjadi bagian dari negosiasi yang lebih luas antara kedua klub, mengingat Inter juga mengagumi gelandang asal Prancis tersebut. Sementara itu, Juventus memiliki kedekatan historis melalui sosok Giovanni Carnevali, CEO yang pertama kali membawanya ke Sassuolo dari akademi Roma, serta Luciano Spalletti, pelatih yang mempercayainya di tim nasional Italia. Dua figur 'bapak sepak bola' itu membuat Turin menjadi destinasi yang menggoda.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana pemain dengan kualitas Eropa bisa menjadi rebutan, sekaligus mengingatkan pada perjuangan pemain Asia Tenggara untuk menembus liga top. Meski tidak ada kaitan langsung dengan Indonesia, kepindahan Frattesi bisa memengaruhi persaingan di papan atas Serie A, yang kerap menjadi tontonan publik tanah air. Jika Frattesi bergabung dengan Juventus atau Roma, persaingan gelar musim depan diprediksi semakin ketat, dan hal itu tentu berdampak pada daya tarik liga secara global.
Menilik situasi ini, Inter tampak realistis dalam menghadapi potensi kepergian Frattesi. Mereka tidak ingin mempertahankan pemain yang tidak bahagia, dan nilai โฌ30 juta dinilai wajar untuk pemain sekelasnya. Namun, pertanyaannya kini: akankah ada klub yang berani menebusnya? Nottingham Forest mungkin punya uang, tetapi daya tarik Serie A dan faktor emosional bisa menjadi pembeda. Roma, dengan proyek ambisius di bawah pemilik baru, bisa menjadi pilihan yang logis. Sementara Juventus, yang sedang membangun kembali kejayaan, menawarkan proyek jangka panjang yang menjanjikan.
Di sisi lain, kepergian Frattesi akan meninggalkan lubang di lini tengah Inter. Chivu harus mencari pengganti yang tepat, atau memberikan kepercayaan lebih kepada pemain muda. Ini menjadi ujian bagi manajemen Inter dalam menjaga keseimbangan skuad. Apakah mereka akan berani melepas aset berharga demi regenerasi, atau justru mempertahankannya dengan iming-iming menit bermain? Keputusan ini akan menentukan arah klub di musim depan.
Dengan bursa transfer musim panas yang masih panjang, spekulasi seputar Frattesi dipastikan akan terus bergulir. Yang jelas, pemain berpostur 178 cm ini memiliki kualitas yang tidak diragukan, dan klub mana pun yang mendapatkannya akan mendapatkan tambahan amunisi berharga. Pertanyaannya, apakah ia akan memilih bertahan di Italia atau mencoba tantangan baru di Inggris? Jawabannya mungkin akan segera terungkap dalam beberapa pekan ke depan.



