Newcastle Dihajar Leeds 4-1, Sucic Rp1 Triliun Jadi Target Perbaikan Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United menelan kekalahan pertama di Premier League musim ini setelah dibantai Leeds United 4-1 di Elland Road, memperlihatkan kerentanan lini tengah yang kehilangan banyak pemain senior.
- Manajemen The Magpies dilaporkan menyiapkan dana sekitar £51 juta untuk mengaktifkan klausul rilis gelandang Real Sociedad, Luka Sucic, yang pernah dilatih Matthias Jaissle di RB Salzburg.
- Jika transfer terealisasi, Sucic diharapkan membawa kestabilan dan kreativitas di lini tengah, namun keputusan akhir bergantung pada keinginan pemain dan negosiasi dengan klub Spanyol tersebut.

Kekalahan telak 4-1 Newcastle United dari Leeds United di Elland Road, Selasa (7/10/2025) dini hari WIB, tidak hanya mengakhiri rekor tak terkalahkan The Magpies di Premier League, tetapi juga membuka borok di lini tengah yang kehilangan banyak pemain berpengalaman. Manajer Matthias Jaissle pun disebut tengah mempertimbangkan mendatangkan gelandang Real Sociedad, Luka Sucic, dengan harga sekitar £51 juta atau setara Rp1,02 triliun.
Leeds tampil lebih agresif sejak menit awal. Tekanan tinggi yang mereka terapkan membuat Newcastle kesulitan menguasai bola. Petaka bertambah ketika Nico Gonzalez harus ditarik keluar karena cedera, memaksa Jaissle menurunkan duet muda Sean Steur dan Lewis Miley di jantung pertahanan. Leeds pun berpesta gol melalui gol bunuh diri Miley (32'), Jayden Bogle (35'), Dominic Calvert-Lewin (45+2'), dan Noah Okafor (67'). Newcastle hanya mampu membalas lewat gol Bazoumana Touré di menit akhir.
Kekalahan ini mempertegas masalah yang sudah terlihat sejak awal musim: Newcastle kehilangan beberapa gelandang mapan dalam perombakan skuad musim panas lalu. Tanpa sosok seperti itu, The Magpies kesulitan mengendalikan ritme pertandingan, terutama ketika menghadapi tim yang bermain dengan intensitas tinggi seperti Leeds. Jaissle pun mengakui bahwa timnya kalah secara fisik.
Menurut laporan media Spanyol, AS, Newcastle berencana mengaktifkan klausul rilis Sucic. Meski belum ada penawaran resmi, langkah tersebut akan membuat Sociedad tidak bisa menolak jika pemain bersedia pindah. Sucic, 24 tahun, adalah gelandang kidal yang mampu beroperasi sebagai gelandang tengah maupun serang. Ia dikenal memiliki tendangan jarak jauh yang akurat dan nyaman menerima bola di ruang sempit.
Yang menarik, Sucic pernah bekerja sama dengan Jaissle di RB Salzburg selama dua musim. Bersama-sama mereka meraih dua gelar Bundesliga Austria berturut-turut, satu Piala Austria, dan menembus babak gugur Liga Champions. Kedekatan ini menjadi alasan logis di balik minat Newcastle. Sucic dianggap sudah memahami intensitas permainan yang diinginkan Jaissle dan bisa langsung berkontribusi.
"Sucic adalah pemain yang sangat kuat," ujar mantan pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, seperti dikutip dari sumber yang sama.
Bagi Real Sociedad, melepas Sucic bisa menjadi bisnis menguntungkan. Mereka merekrutnya hanya dengan £9 juta, dan jika Newcastle membayar klausul rilis, keuntungannya mencapai lebih dari £40 juta. Namun, klub Spanyol itu mungkin lebih memilih negosiasi ulang dengan skema pembayaran bertahap atau harga di bawah klausul, asalkan totalnya tetap menguntungkan.
Dari kacamata Indonesia, saga transfer ini menjadi cerminan bagaimana klub-klub Premier League terus menggelontorkan dana besar untuk memperbaiki kelemahan skuad. Newcastle yang dimiliki konsorsium Arab Saudi tidak ragu mengeluarkan Rp1 triliun demi satu pemain. Fenomena ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Liga Indonesia yang ingin bersaing di level Asia: investasi di lini tengah yang solid adalah kunci untuk menghadapi tekanan tinggi dan menjaga konsistensi performa.
Ke depan, apakah Newcastle benar-benar akan mengeksekusi klausul rilis Sucic, atau justru memilih opsi lain yang lebih murah? Yang jelas, kekalahan di Elland Road telah menjadi alarm bahwa perbaikan lini tengah tidak bisa ditunda lagi.



