Surat Ransom Nancy Guthrie Dibongkar: Polisi Arizona Minta Publik Bantu Identifikasi Penulis
Baca dalam 60 detik
- Penyidik Pima County merilis dua surat tebusan yang dikirim ke stasiun TV lokal, berisi permintaan Bitcoin senilai hingga $6 juta untuk pembebasan Nancy Guthrie.
- Surat kedua mengklaim Nancy telah meninggal karena masalah jantung, namun polisi masih menyelidiki kasus ini dan menemukan rekaman kamera pintu yang menampilkan pria misterius.
- Otoritas meminta siapa pun yang mengenali gaya bahasa atau perubahan perilaku pria dalam video untuk segera melapor, menekankan bahwa informasi sekecil apa pun dapat membantu penyelidikan.

Kepolisian Pima County, Arizona, akhirnya membuka dua surat tebusan yang dikirim terkait hilangnya Nancy Guthrie, ibu dari pembawa acara Today Show, Savannah Guthrie. Surat-surat itu dirilis dengan harapan ada seseorang yang mengenali gaya penulisan atau pola bahasa yang digunakan pelaku, sebuah langkah yang dinilai sebagai upaya terakhir untuk menguak kasus yang telah berlangsung sejak Februari lalu.
Nancy Guthrie, 84 tahun, dilaporkan hilang pada 1 Februari. Keesokan harinya, sebuah surat anonim tiba di KOLD-TV 13 News, afiliasi CBS setempat. Surat tersebut ditujukan langsung kepada Savannah dan berisi permintaan tebusan sebesar 4 juta dolar AS dalam bentuk Bitcoin, dengan tenggat waktu pembayaran Kamis sore. Jika tidak dipenuhi, nominalnya naik menjadi 6 juta dolar AS dan jatuh tempo pada Senin berikutnya. Pengirim bahkan mengancam akan membunuh Nancy jika tuntutan itu tidak dipenuhi, sambil menegaskan bahwa negosiasi tidak akan dilakukan dan polisi tidak akan mampu menolong.
Empat hari kemudian, surat kedua tiba, juga melalui KOLD. Isinya berbeda: pengirim mengaku Nancy telah meninggal dunia akibat kondisi jantung yang memburuk, dan jenazahnya telah dikubur di alam bebas. Surat itu ditutup dengan permintaan maaf dan harapan agar keluarga menemukan kedamaian. Namun, polisi tidak serta-merta mempercayai klaim tersebut. Mereka masih mendalami berbagai kemungkinan, termasuk bahwa surat kedua hanyalah taktik untuk mengalihkan penyelidikan.
Dalam keterangan resminya, PCSD menyebut bahwa surat-surat itu memiliki "pola khas dalam pilihan kata, sintaksis, dan frasa" yang mencerminkan gaya linguistik unik penulisnya. Menurut mereka, ciri-ciri ini mungkin dikenali oleh orang-orang terdekat pelakuโteman, keluarga, rekan kerja, atau kenalanโyang mungkin memiliki informasi penting. Polisi juga merilis dua rekaman dari kamera pintu di rumah Nancy yang memperlihatkan seorang pria tak dikenal. Rekaman itu diyakini diambil pada malam sebelum Nancy dilaporkan hilang, dan menunjukkan pria tersebut melakukan persiapan sebelum kejadian.
Pihak berwenang meminta publik untuk memperhatikan perubahan perilaku pria dalam video, seperti perubahan suasana hati, penampilan fisik, cedera yang tidak jelas, atau perubahan rutinitas. Mereka juga mengimbau siapa pun yang melihat pria itu membersihkan kendaraan atau menunjukkan minat aneh pada lingkungan sekitar Nancy untuk segera melapor. "Kami memahami ada orang yang mungkin enggan berbicara karena hubungan dekat dengan pelaku atau kekhawatiran akan keselamatan mereka," tulis polisi dalam pernyataannya. "Tetapi kami tegaskan, tidak ada kata terlambat untuk memberikan informasi."
Kasus ini menarik perhatian luas karena melibatkan figur publik seperti Savannah Guthrie, yang dikenal melalui acara Today Show di NBC. Namun, di Indonesia, kasus penculikan dengan tebusan kripto seperti ini masih jarang terjadi. Meski demikian, fenomena ini menjadi pengingat akan meningkatnya penggunaan mata uang digital dalam kejahatan lintas negara. Menurut pengamat keamanan siber, modus seperti ini bisa saja menular ke negara berkembang, termasuk Indonesia, seiring dengan adopsi kripto yang semakin meluas. Mereka menyarankan agar aparat penegak hukum Indonesia memperkuat kemampuan pelacakan transaksi digital untuk mengantisipasi potensi kejahatan serupa.
Hingga kini, polisi belum mengungkap identitas pria dalam video maupun penulis surat. Mereka hanya bisa berharap bahwa publik, terutama mereka yang mengenal pelaku, akan tergerak untuk memberikan informasi. Pertanyaan besarnya, apakah pengakuan dalam surat kedua tentang kematian Nancy adalah kebenaran, atau sekadar bagian dari permainan psikologis untuk menutupi jejak? Hanya waktu dan kerja sama masyarakat yang bisa menjawabnya.



