Dua Petugas Damkar Singapura Terluka Saat Selamatkan Korban Kebakaran di Clementi
Baca dalam 60 detik
- Insiden kebakaran di lantai delapan Blok 309 Clementi Avenue 4 menewaskan dua petugas penyelamat yang mengalami luka bakar.
- Korban yang terjebak di dapur berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit, sementara puluhan warga diungsikan.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki, menyoroti risiko tinggi yang dihadapi petugas pemadam dalam menjalankan tugas.

Dua personel Pasukan Pertahanan Sipil Singapura (SCDF) mengalami luka bakar saat menjalankan operasi penyelamatan seorang warga yang terjebak dalam kebakaran di sebuah apartemen di Clementi, Jumat malam (31/7). Insiden ini menegaskan kembali bahaya yang mengintai di balik setiap tugas pemadaman kebakaran, terutama ketika api telah melahap ruang tamu dan menghalangi akses keluar.
Menurut keterangan resmi SCDF yang diunggah melalui akun Facebook mereka, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 23.10 waktu setempat. Begitu tiba di lokasi, petugas mendapati ruang tamu di unit lantai delapan telah dilalap si jago merah. Tim pemadam harus mendobrak paksa pintu untuk masuk dan mengerahkan dua selang air guna menjinakkan api yang membakar barang-barang di ruangan tersebut.
Di tengah kepungan asap dan panas, tim penyelamat menemukan seorang penghuni yang terperangkap di dapur. Korban segera dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Ng Teng Fong untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, dua petugas pemadam yang mengalami luka bakar juga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Singapura (SGH) untuk penanganan lebih lanjut. Hingga berita ini diturunkan, kondisi kedua petugas tersebut belum dapat dipastikan.
Sebagai langkah antisipasi, sekitar 40 warga dari blok yang sama dievakuasi oleh aparat kepolisian dan petugas SCDF. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga dari potensi bahaya yang lebih besar. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan otoritas berwenang.
Insiden ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi petugas pemadam kebakaran di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di tengah upaya penyelamatan jiwa, mereka kerap mempertaruhkan nyawa sendiri. Di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Dinas Pemadam Kebakaran setempat juga kerap menghadapi tantangan serupa, terutama di permukiman padat penduduk yang rawan kebakaran.
Kejadian ini juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan perlengkapan yang memadai bagi petugas pemadam. Di Indonesia, sejumlah kota besar seperti Jakarta dan Surabaya terus berupaya meningkatkan kapasitas pemadam kebakaran, namun masih banyak tantangan, termasuk keterbatasan peralatan dan akses ke lokasi yang sulit. Peristiwa di Clementi ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi dinas pemadam kebakaran di tanah air untuk terus memperkuat protokol keselamatan.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah bagaimana otoritas di berbagai negara, termasuk Indonesia, dapat lebih melindungi para petugas penyelamat di garis depan. Apakah sudah ada standar keselamatan yang ketat dan pelatihan yang memadai untuk menghadapi skenario terburuk? Insiden ini menegaskan bahwa setiap kebakaran adalah medan pertempuran yang tidak pernah bisa diremehkan.



