Ellie Scotney Tinggalkan Takhta Juara, Siap Bangkit dari Nol di Kelas Bulu
Baca dalam 60 detik
- Petinju Inggris Ellie Scotney resmi naik ke kelas bulu setelah menyerahkan sabuk juara dunianya yang baru diraih April lalu.
- Keputusan ini diambil karena beban berat di kelas super bantam semakin menyiksa, bahkan sampai memaksanya memotong rambut.
- Langkah pertama Scotney di kelas baru akan diuji oleh Tiara Brown, dengan Amanda Serrano sebagai target besar berikutnya.

Ellie Scotney, petinju asal Inggris yang baru saja mencatat sejarah sebagai juara undisputed termuda negaranya, justru memilih memulai petualangan baru. Ia meninggalkan semua sabuk yang diraihnya di kelas super bantam dan naik ke kelas bulu, dengan keyakinan bahwa versi terbaik dirinya belum pernah terlihat sebelumnya.
Pada April lalu, Scotney mengalahkan Mayelli Flores melalui keputusan bulat untuk menyatukan empat sabuk di kelas 122 pon. Namun, kemenangan itu tak membuatnya bertahan lama. Ia langsung mengosongkan gelar dan mengumumkan kenaikan divisi. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan: mempertahankan berat badan di kelas super bantam semakin berat, bahkan sampai memaksanya memotong rambut panjang yang selama ini menjadi ciri khasnya.
"Sebelum pertarungan itu, saya sudah tahu bahwa setelah selesai, saya akan naik kelas," ujar Scotney kepada Reuters. "Mempertahankan 122 pon sangat sulit, tetapi itu demi mencapai status undisputed. Setelah itu, apa lagi yang bisa dikejar?"
Scotney mengaku bahwa rasa lapar untuk membangun kembali kariernya dari nol sama besarnya dengan kebanggaan menjadi juara undisputed. "Saya selalu bangga pada integritas dan tantangan. Begitu keluar dari ring, saya tahu sudah waktunya mulai lagi. Perasaan itu sama menariknya dengan menjadi juara," tambahnya.
Kepindahan ke kelas bulu juga membuka peluang pertarungan besar. Lawan pertama Scotney adalah Tiara Brown, petinju Amerika yang baru saja mempertahankan gelar WBC. Namun, target jangka panjangnya jelas: Amanda Serrano, rekan satu stable di Most Valuable Promotions (MVP) yang dimiliki Jake Paul, yang telah mengubah wajah tinju wanita lewat trilogi pertarungan melawan Katie Taylor.
"Semua fokus saya pada Tiara, tetapi tentu saja Amanda Serrano adalah nama besar di divisi ini," kata Scotney. "Saya ingin berbagi ring dengannya karena dia telah mengubah olahraga ini. Itu pertarungan yang membangun warisan."
Keputusan Scotney untuk bergabung dengan MVP pada April tahun lalu juga menjadi titik balik. Sebelumnya, ia sempat meragukan masa depannya di tinju. "Saya sempat berpikir untuk mencari pekerjaan biasa karena tinju wanita dianggap tidak menjanjikan," ungkapnya. Namun, dukungan dari Jake Paul dan Nakisa Bidarian mengubah segalanya. Bahkan, Paul sempat berjanji membelikan mobil jika Scotney menang atas Floresโjanji yang ditepati.
Bagi penggemar tinju di Indonesia, perjalanan Scotney menjadi cermin bahwa keberanian untuk memulai ulang bisa menjadi kekuatan. Di tengah dominasi petinju Asia Tenggara di kelas terbang dan bantam, kelas bulu kini semakin menarik dengan kehadiran Scotney. Pertarungannya melawan Tiara Brown akan menjadi ujian awal yang krusial, sekaligus penentu apakah langkah beraninya membuahkan hasil atau justru menjadi bumerang.
Dengan dukungan penuh dari MVP dan ambisi yang membara, Scotney tampaknya siap menulis babak baru. Namun, pertanyaan besarnya: akankah ia mampu menembus dominasi Amanda Serrano yang masih perkasa di kelas bulu? Atau justru pertarungan melawan Brown akan menjadi sandungan pertama? Semua akan terjawab di atas ring.



