Square Enix Buka Suara: Remake Final Fantasy VII Laris Manis, Angka Penjualan Dirahasiakan
Baca dalam 60 detik
- Direktur trilogi Final Fantasy VII, Naoki Hamaguchi, mengonfirmasi bahwa Remake dan Rebirth terjual sangat baik setelah dirilis di semua platform.
- Kebijakan eksklusivitas PlayStation sebelumnya dianggap menghambat penjualan, namun perilisan multi-platform berhasil memperluas basis pemain.
- Square Enix belum mengungkap angka pasti penjualan karena kebijakan hubungan investor, sementara seri terakhir Revelation dijadwalkan rilis musim semi 2026.

Square Enix akhirnya angkat bicara soal performa penjualan dua game pertamanya dalam proyek remake Final Fantasy VII. Dalam wawancara eksklusif dengan media Jepang Automaton, direktur trilogi Naoki Hamaguchi menegaskan bahwa Final Fantasy VII Remake dan Rebirth "terjual sangat baik"โsebuah pernyataan yang meredam spekulasi bahwa waralaba ini kesulitan secara komersial.
Kabar ini muncul setelah kedua judul tersebut, yang semula eksklusif untuk konsol PlayStation, kini tersedia di berbagai platform seperti PC, Xbox Series, dan Nintendo Switch 2. Langkah agresif Square Enix untuk melepas status eksklusivitas tampaknya membuahkan hasil. Hamaguchi mengungkapkan bahwa penjualan kedua game tersebut stabil bahkan sebelum perhelatan Summer Game Fest 2026, dan tren positif ini diprediksi berlanjut seiring peluncuran seri pamungkas, Final Fantasy VII Revelation, pada musim semi tahun depan.
Fenomena menarik yang diungkap Hamaguchi adalah efek sinergi antar-judul. Setiap kali sebuah seri baru diumumkan, penjualan seri sebelumnya langsung melonjak. "Saat Rebirth diumumkan, setiap kali menjadi topik hangat, penjualan Remake naik," katanya. Pola serupa diperkirakan terjadi ketika Revelation mulai menarik perhatian publik, yang akan mendorong minat terhadap Rebirth. Ini menunjukkan bahwa strategi rilis berjenjang yang diterapkan Square Enix justru menciptakan ekosistem saling menguntungkan, bukan sekadar kompetisi internal.
Meski para penggemar dan komunitas game menanti angka penjualan resmi, Hamaguchi menegaskan bahwa data tersebut tidak dapat dipublikasikan karena terikat kebijakan hubungan investor perusahaan. "Saya tahu ada permintaan untuk mengungkapkan angka, tapi itu di luar kewenangan saya," ujarnya. Sikap ini wajar mengingat Square Enix adalah perusahaan publik yang harus menjaga sensitivitas informasi finansial. Namun, pernyataan "berkinerja lebih baik dari yang dibayangkan" memberikan sinyal kuat bahwa proyek ini sukses secara komersial.
Bagi pasar Indonesia, kabar ini menjadi angin segar. Komunitas gamer Tanah Air yang selama ini terbatas pada ekosistem PlayStation kini dapat menikmati Remake dan Rebirth di platform lain, termasuk PC yang populer di sini. Fenomena "efek domino" antar-judul juga relevan: dengan semakin dekatnya rilis Revelation, diharapkan minat terhadap seri sebelumnya meningkat, yang pada akhirnya memperluas basis penggemar Final Fantasy VII di Indonesia.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah Square Enix akan mempertahankan strategi multi-platform untuk judul-judul besarnya, atau kembali ke pola eksklusivitas. Keputusan ini akan menentukan arah industri game Jepang dalam menghadapi persaingan global. Satu hal yang pasti: dengan keyakinan Hamaguchi, para penggemar bisa menantikan penutup epik dari salah satu trilogi paling dinanti dalam sejarah game.



