Naoya Inoue Tantang Jesse Rodriguez: Jika Batal, Monster Jepang Siap Naik Kelas
Baca dalam 60 detik
- Naoya Inoue menyebut Jesse Rodriguez sebagai lawan potensial pada Februari mendatang, dengan syarat petinju Amerika itu naik kelas.
- Bila duel batal, Inoue siap melangkah ke kelas bulu demi merebut gelar juara dunia di divisi kelima.
- Pekan depan Inoue akan beristirahat total setelah bertarung empat kali sepanjang 2025, termasuk kemenangan mutlak atas Junto Nakatani.

Naoya Inoue, juara dunia super bantam tak terbantahkan asal Jepang, secara terbuka menunjuk petinju Amerika Serikat Jesse Rodriguez sebagai calon lawan berikutnya, seraya menyatakan kesiapan pindah ke kelas bulu jika duel itu gagal terwujud. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah acara di kampung halamannya, Zama, Prefektur Kanagawa, Senin (27/7).
Inoue mengungkapkan ada peluang bertemu Rodriguez—yang saat ini memegang sabuk juara super kelas bantam WBA—pada sekitar Februari tahun depan. Namun, ia menegaskan tidak akan bertanding lagi sepanjang sisa tahun 2026. Bagi Rodriguez yang belum terkalahkan dalam 24 pertarungan, ia harus naik satu divisi untuk menantang Inoue. “Intinya tergantung pada apakah duel ini jadi atau tidak. Saya bisa naik kelas,” ujar Inoue yang menduduki peringkat pertama pound-for-pound versi Ring Magazine, sementara Rodriguez berada di posisi keempat.
Langkah Inoue ini bukan tanpa risiko. Jika Rodriguez menolak atau negosiasi buntu, “The Monster” siap melompat ke kelas bulu demi mengejar gelar juara dunia di divisi kelima—sebuah prestasi langka dalam sejarah tinju. Keputusan ini juga mencerminkan filosofi Inoue yang tidak mau terpaku pada satu lawan. “Saya tidak terobsesi (menghadapi Rodriguez),” katanya.
Kemenangan telak Inoue atas sesama Jepang Junto Nakatani pada Mei lalu di Tokyo Dome—di mana keduanya sama-sama mengantongi rekor 32-0 sebelum duel—menjadi panggung pamungkas petinju 33 tahun itu sejauh ini. Dalam pertarungan yang digadang-gadang sebagai mega duel, Inoue menang angka mutlak dan memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya dalam perebutan gelar dunia menjadi 28. Sejak saat itu, ia hanya menjalani latihan ringan. “Selama dua tahun terakhir, saya selalu punya lawan yang sudah dijadwalkan begitu satu pertarungan selesai. Sekarang mungkin ini waktunya mengistirahatkan tubuh,” ujarnya.
Konteks Indonesia: Bagi penggemar tinju Tanah Air, perkembangan ini menarik karena menempatkan kembali sorotan pada petinju Asia di panggung dunia. Inoue, bersama Manny Pacquiao dan beberapa nama lain, membuktikan bahwa Asia masih menjadi kawah candradimuka petinju kelas dunia. Jika pertarungan Inoue vs Rodriguez terealisasi, bukan tidak mungkin stasiun televisi Indonesia akan menyiarkan secara langsung, mengingat basis penggemar tinju yang besar di Indonesia.
Di sisi lain, kenaikan kelas Inoue ke kelas bulu membawa tantangan baru. Ia harus menghadapi petinju yang secara alami lebih berat dan kuat. Namun, catatan Inoue yang tak pernah kalah dan kemampuannya beradaptasi dengan cepat membuat banyak analis yakin ia bisa sukses di divisi mana pun. “Inoue adalah fenomena. Ia punya kekuatan pukul yang luar biasa untuk ukuran tubuhnya,” ujar seorang pengamat tinju Jepang yang enggan disebut namanya.
Lantas, akankah duel Inoue vs Rodriguez terjadi? Atau justru Inoue akan melangkah ke kelas bulu dan menorehkan sejarah baru? Yang jelas, langkah selanjutnya dari “Monster” Jepang ini akan menentukan peta persaingan di kelas super bantam dan bulu dalam beberapa tahun ke depan.



