Siya Kolisi Masuk Skuad Springboks untuk Uji Coba Argentina: Ini Ujian Terakhir Sang Kapten?
Baca dalam 60 detik
- Kapten Afrika Selatan, Siya Kolisi, kembali masuk daftar 26 pemain untuk laga uji coba melawan Argentina, setelah pulih dari cedera.
- Persaingan ketat di posisi flanker membuat Kolisi harus tampil impresif untuk mengamankan tempatnya di skuad utama menjelang seri melawan Selandia Baru.
- Keputusan pelatih Rassie Erasmus untuk merotasi pemain menunjukkan kedalaman skuad Springboks, sekaligus menjadi sinyal bagi kompetitor di Rugby Championship.

Kapten tim nasional Afrika Selatan, Siya Kolisi, resmi masuk dalam skuad 26 pemain untuk uji coba melawan Argentina di Buenos Aires pada 8 Agustus mendatang. Ini bukan sekadar laga pemanasan biasaโbagi Kolisi, ini bisa menjadi penentu terakhir untuk mempertahankan tempatnya di tim utama sebelum menghadapi Selandia Baru dalam seri empat pertandingan di akhir bulan.
Kolisi, yang pada usia 35 tahun masih menjadi ikon rugby dunia sebagai kapten kulit hitam pertama Springboks, belakangan ini kerap diganggu cedera. Kondisi itu membuka peluang bagi pemain muda seperti Paul de Villiers yang tampil cemerlang dalam tiga laga menggantikan perannya. Kini, kembalinya Kolisi justru memicu pertanyaan: apakah ia masih layak menjadi pilihan utama di posisi flanker?
Pelatih Rassie Erasmus, dalam pernyataannya Jumat lalu, menegaskan bahwa keputusan ini adalah bagian dari strategi rotasi untuk menjaga kebugaran pemain. "Kami mencoba menyeimbangkan antara memberi kesempatan pemain yang baru pulih cedera untuk mendapatkan menit bermain, sambil mengelola mereka yang sudah banyak bermain tahun ini," ujarnya. Erasmus juga menambahkan bahwa para pemain yang pulih telah berlatih keras dan siap menghadapi ujian berat melawan Argentina sebelum meladeni All Blacks.
Selain Kolisi, sejumlah pemain kunci juga kembali memperkuat skuad, seperti Lood de Jager, Eben Etzebeth, Sacha Feinberg-Mngomezulu, dan Morne van den Berg. Khusus Feinberg-Mngomezulu, pemain flyhalf ini diharapkan menjadi kunci permainan Springboks melawan Selandia Baru setelah pulih dari cedera pergelangan kaki yang dideritanya pada Mei lalu. Sementara itu, Etzebeth yang sempat diskors akibat insiden menyodok mata lawan pada November tahun lalu, kini kembali dan diharapkan bisa menambah soliditas lini kedua.
Keputusan Erasmus merotasi pemain juga tidak lepas dari keberhasilan Afrika Selatan menjuarai Nations Championship leg selatan dengan kemenangan atas Inggris, Skotlandia, dan Wales di kandang. Dengan begitu, beberapa pemain reguler sengaja diistirahatkan untuk menjaga kondisi fisik. Ini menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki Springboks, di mana pemain pengganti seperti Ruan Nortje dan Cobus Wiese mampu tampil impresif saat diberi kesempatan.
Bagi penggemar rugby di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk disimak, terutama karena Rugby Championship dan Nations Championship semakin kompetitif. Meski Indonesia belum memiliki tim nasional rugby yang kuat, popularitas olahraga ini mulai tumbuh di kalangan komunitas ekspatriat dan atlet lokal. Kehadiran figur seperti Kolisi yang memperjuangkan tempatnya di usia senior bisa menjadi inspirasi bagi atlet muda Indonesia untuk tidak mudah menyerah.
Pertanyaan besarnya, akankah Kolisi mampu membuktikan bahwa dirinya masih layak menjadi kapten di Piala Dunia 2027? Atau justru regenerasi yang sedang berjalan akan menyingkirkannya? Jawabannya akan mulai terlihat dari performanya di Buenos Aires. Satu hal yang pasti, persaingan di skuad Springboks semakin ketat, dan ini hanya akan membuat tim Afrika Selatan semakin kuat.



