Prank Scratchcard Rp1,6 M ke Caddie: Charley Hull Tantang Kritikus untuk 'Bersikap Santai'
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Inggris Charley Hull membela aksi prank scratchcard kepada caddie-nya yang viral, menyebut kritik sebagai reaksi berlebihan.
- Legenda golf Laura Davies menilai lelucon itu 'sangat kejam', namun Hull menegaskan akan mengulanginya tanpa rasa bersalah.
- Insiden ini memicu perdebatan tentang batas humor di dunia olahraga profesional, terutama saat tekanan turnamen besar.

Pegolf Inggris Charley Hull menolak permintaan maaf setelah aksinya menjebak caddie-nya dengan scratchcard palsu bernilai ยฃ100.000 (sekitar Rp1,6 miliar) menuai kritik tajam, termasuk dari legenda golf Dame Laura Davies. Dalam pernyataan yang disampaikan jelang Women's Open di Royal Lytham & St Annes, Hull justru meminta para pengkritik untuk 'lebih santai' dan menganggap lelucon itu sebagai hiburan semata.
Hull, yang finis di posisi kedua pada Women's Open tahun lalu, mengaku membeli scratchcard tersebut di toko lelucon di Blackpool dan merekam momen saat caddie-nya, Adam Woodward, bereaksi percaya telah memenangkan hadiah besar. Video itu kemudian menyebar luas di media sosial, memicu beragam reaksi. Sebagian penggemar menilai aksi Hull sebagai bentuk humor yang tidak berbahaya, tetapi tidak sedikit yang mengecamnya sebagai tindakan tidak sensitif, terutama mengingat tekanan psikologis yang dihadapi seorang caddie di turnamen elite.
Kritik paling keras datang dari Dame Laura Davies, peraih empat gelar major, yang dalam komentarnya menyebut prank tersebut 'sangat kejam'. Davies menilai bahwa lelucon semacam itu bisa merusak kepercayaan antara pegolf dan caddie, yang merupakan fondasi penting dalam performa di lapangan. Namun, Hull dengan tegas membela diri. "Orang yang mengeluh, saya sarankan untuk bersikap longgar. Ini lucu, dan Adam sendiri menganggapnya lucu setelahnya. Dia tidak tegang. Jika ada yang tidak suka, terserah mereka," ujar Hull seperti dikutip BBC Sport.
Menariknya, Hull mengungkapkan bahwa ia sengaja menghapus aplikasi media sosial dari ponsel selama pekan turnamen untuk menjaga fokus. "Saya tidak suka orang melihat dan menandai saya. Saya ingin tetap berada di momen saat ini," katanya. Sikap ini menunjukkan bahwa Hull lebih memprioritaskan konsentrasi di lapangan ketimbang memperpanjang kontroversi. Meski demikian, ia berjanji akan membelikan Woodward 100 scratchcard asli sebagai 'kompensasi' setelah turnamen selesai.
Insiden ini membuka diskusi lebih luas tentang batas humor di lingkungan olahraga profesional, terutama ketika menyangkut relasi kuasa antara atlet dan staf pendukung. Di Indonesia, kasus serupa jarang terjadi, tetapi dinamika antara atlet dan pelatih atau ofisial kerap menjadi sorotan. Misalnya, dalam dunia sepak bola, lelucon yang dianggap tidak pantas bisa memicu ketegangan di internal tim. Para psikolog olahraga menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang sehat dan saling menghormati, terutama saat tekanan kompetisi sedang tinggi.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah insiden ini akan memengaruhi hubungan Hull dengan Woodward secara jangka panjang. Meski Hull mengklaim semuanya baik-baik saja, kritik dari figur sekaliber Davies bisa menjadi pengingat bahwa tindakan sekecil apa pun di ruang publik dapat berdampak besar pada reputasi dan karier. Bagi Hull, yang tengah berjuang meraih gelar major pertamanya, fokus kini harus kembali ke lapangan hijau Royal Lytham.



