Atthaya Thitikul Puncaki Klasemen British Open Wanita dengan 64 Pukulan
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Thailand Atthaya Thitikul memimpin putaran pertama British Open Wanita setelah mencatat skor tujuh-under 64, unggul dua pukulan dari pesaing terdekat.
- Ryu Hae-ran dari Korea Selatan, yang sedang dalam performa terbaik dengan dua kemenangan mayor beruntun, harus puas di posisi kedua bersama Shiho Kuwaki.
- Nelly Korda, pebalap nomor satu dunia, justru terpuruk di posisi 73, sementara Lottie Woad dan Charley Hull menjadi harapan tuan rumah Inggris.

Atthaya "Jeeno" Thitikul membuka kejuaraan Women's British Open dengan performa gemilang. Pegolf Thailand peringkat dua dunia itu mencatatkan tujuh birdie tanpa cela di Royal Lytham & St Annes, Lancashire, untuk memimpin klasemen sementara dengan skor tujuh-under 64, unggul dua pukulan dari rival terdekatnya, Kamis (30/7).
Thitikul, yang masih berusia 23 tahun, memanfaatkan kondisi lapangan yang tenang di sesi sore untuk meraih skor terbaik hari itu. Dengan permainan yang hampir sempurna, ia kini berada di jalur yang tepat untuk melepas stigma sebagai pegolf putri terbaik yang belum pernah memenangkan gelar mayor. "Saya hanya fokus pada setiap pukulan dan menikmati permainan," ujarnya seusai pertandingan.
Di belakangnya, Ryu Hae-ran dari Korea Selatan yang menjadi favorit utama justru harus puas berbagi posisi kedua bersama Shiho Kuwaki dari Jepang dengan skor lima-under 66. Ryu, yang baru saja memenangkan PGA Championship dan Evian Championship dengan catatan rekor 60 pukulan di putaran final, tampil percaya diri sejak awal. Namun, satu bogey di hole 15 sempat mengganggu konsistensinya sebelum ia bangkit dengan birdie di dua hole terakhir.
Sementara itu, Nelly Korda yang juga telah mengoleksi dua gelar mayor musim ini justru tampil mengecewakan. Pegolf Amerika Serikat itu harus puas dengan skor dua-over 73 setelah dua bogey di tiga hole awal. Kondisi ini membuatnya harus bekerja ekstra keras di putaran-putaran selanjutnya jika ingin bersaing di papan atas.
Dari kubu tuan rumah, Lottie Woad dan Charley Hull menjadi sorotan. Woad, peringkat lima dunia, mencatatkan 69 pukulan tanpa satupun bogey. Meskipun beberapa peluang birdie gagal dimaksimalkan karena bola hanya berputar di tepi lubang, ia tetap puas dengan permainan yang solid. "Tidak ada bogey adalah hasil yang bagus di lapangan seperti ini. Saya banyak memukul fairway dan green," kata Woad.
Sedangkan Hull menjalani putaran yang naik turun dengan empat bogey dan enam birdie, namun tetap finis di angka 69. Keduanya diharapkan mampu menjadi juara Inggris pertama sejak Georgia Hall pada 2018 di lapangan yang sama.
Lydia Ko dari Selandia Baru, juara bertahan tahun 2024, harus puas dengan skor par, sementara Miyu Yamashita, juara bertahan, mencatat satu-over 72. Persaingan masih terbuka lebar dengan tiga putaran tersisa. Mampukah Thitikul mempertahankan keunggulannya, atau justru Ryu yang akan menunjukkan taringnya? Pertandingan putaran kedua akan menjadi penentu awal bagi para pesaing.



