Ancelotti Akui Kesalahan Taktik di Balik Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Brasil Carlo Ancelotti mengakui pergantian pemain yang ia lakukan saat jeda hidrasi menjadi titik balik kekalahan dari Norwegia di 16 besar Piala Dunia 2026.
- Kekalahan ini menandai berakhirnya era generasi emas Brasil, dengan Neymar, Casemiro, dan Danilo dipastikan pensiun dari tim nasional.
- Ancelotti akan fokus pada regenerasi skuad dengan membangun hubungan kuat dengan tim U-20 dan menargetkan Copa America 2028 sebagai ajang pembuktian.

Pelatih kepala Brasil, Carlo Ancelotti, untuk pertama kalinya buka suara mengenai kekalahan mengejutkan timnya dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dalam wawancara dengan TV Globo hampir sebulan setelah eliminasi, pelatih asal Italia itu mengakui bahwa keputusan taktisnya justru menjadi bumerang yang meruntuhkan kendali permainan.
Ancelotti menjelaskan bahwa kesalahan terbesarnya terjadi saat jeda hidrasi di babak kedua. Ia memasukkan Neymar dan Danilo Santos untuk menggantikan Gabriel Martinelli dan Rayan, namun perubahan formasi yang menyertainya justru membuat Brasil kehilangan penguasaan bola. โJika ada kesalahan yang saya lakukan, dan saya sadari setelah pertandingan, itu adalah mengubah bentuk tim setelah jeda hidrasi, yang membuat kami kehilangan kendali,โ ujarnya.
Kekalahan 2-1 dari Norwegia ini menjadi pukulan telak bagi Brasil, yang hanya mampu menguasai bola 34 persen sepanjang laga. Namun Ancelotti meremehkan statistik tersebut. Menurutnya, dengan pemain seperti Vinicius Junior, Endrick, dan Raphinha, Brasil tidak perlu mendominasi penguasaan bola. โKami perlu bermain lebih vertikal. Gaya permainan harus disesuaikan dengan kemampuan pemain,โ katanya. Ia menambahkan bahwa sebagian besar penguasaan bola Norwegia terjadi di wilayah mereka sendiri, dengan Martin Odegaard yang sering turun ke belakang.
Selain faktor taktik, Ancelotti juga menyoroti badai cedera yang melanda timnya. Delapan pemain utama absen, termasuk Eder Militao, Estevao, Rodrygo sebelum pengumuman skuad, serta Lucas Paqueta dan Raphinha yang cedera selama turnamen. โPekerjaan saya akan dinilai dari hasil pertandingan, tapi saya hanya punya waktu satu tahun bersama tim,โ ujarnya membela diri.
Yang paling menarik dari wawancara ini adalah pengakuan Ancelotti bahwa Piala Dunia 2026 menjadi penanda berakhirnya satu generasi emas Brasil. Neymar, Casemiro, dan Danilo dipastikan tidak akan lagi membela Selecao. โSaya merasa Piala Dunia ini menandai akhir dari generasi pemain yang sangat penting. Neymar adalah yang paling jelas, juga Danilo dan Casemiro yang berusia di atas 30 tahun,โ katanya. Pengecualian diberikan untuk Marquinhos dan kiper Alisson yang masih diandalkan.
Ke depan, Ancelotti akan fokus pada regenerasi skuad. Prioritasnya adalah mencari gelandang baru dan membangun hubungan yang lebih erat dengan tim U-20 yang tengah bersiap menuju Olimpiade. Target jangka pendek Brasil bukanlah Piala Dunia 2030, melainkan Copa America 2028. โKami akan mencari pemain baru yang siap bergabung, tidak harus untuk Piala Dunia 2030, tetapi untuk target pertama kami, yaitu Copa America 2028,โ tegasnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi Brasil ini memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya regenerasi dan manajemen cedera. Timnas Indonesia yang tengah membangun skuad muda bisa mencontoh pendekatan Ancelotti yang tidak terburu-buru menargetkan turnamen besar, melainkan membangun fondasi melalui kompetisi regional terlebih dahulu. Pertanyaan besarnya: mampukah Brasil bangkit tanpa Neymar dan Casemiro, atau justru era baru tanpa mereka akan lebih cerah?



