Comeback Dramatis, Inggris Lolos ke Semifinal Netball Commonwealth Games
Baca dalam 60 detik
- Tim netball Inggris membalikkan defisit enam gol untuk mengalahkan Afrika Selatan 58-54 dan memastikan tiket semifinal Commonwealth Games.
- Pemain pengganti Halimat Adio menjadi kunci kebangkitan dengan pertahanan agresif yang memicu serangan balik cepat.
- Inggris akan berhadapan dengan Selandia Baru di semifinal, sementara Australia dan Jamaika bertemu di partai lain.

Tim netball Inggris memastikan langkah ke semifinal Commonwealth Games setelah membalikkan ketertinggalan enam gol untuk menaklukkan Afrika Selatan 58-54 dalam laga sengit yang berlangsung di Birmingham, Jumat (29/7) waktu setempat. Kemenangan ini menjaga rekor Inggris yang selalu lolos ke semifinal sejak cabang netball pertama kali dipertandingkan pada 1998.
Pertandingan penuh tekanan ini menjadi penentu posisi kedua Grup A, di mana kedua tim sama-sama mengoleksi enam poin. Inggris unggul selisih gol sebelum laga, sehingga hasil imbang pun sudah cukup. Namun, Afrika Selatan tampil garang sejak kuarter pertama. Penembak jitu Elmere van der Berg mencetak 16 dari 17 gol timnya, membawa Proteas unggul 17-11.
Memasuki kuarter kedua, pelatih Inggris melakukan perubahan taktis dengan memasukkan Halimat Adio sebagai pemain pengganti. Keputusan itu terbukti brilian. Adio, yang bermain sebagai penjaga gawang, tampil agresif dengan intersepsi dan tekanan ketat yang memaksa Afrika Selatan kehilangan bola. Serangan balik cepat yang dibangun Inggris membuat mereka perlahan mendekat, dan hanya tertinggal satu gol saat jeda babak pertama, 28-29.
Pada kuarter ketiga, Inggris mulai mendominasi. Pertahanan yang solid dan transisi cepat membawa mereka unggul hingga tujuh gol. Namun, Afrika Selatan tidak menyerah dan mencetak tiga gol beruntun untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 39-43 menjelang kuarter pamungkas. Kuarter keempat berlangsung sengit dengan kedua tim saling balas gol, masing-masing mencetak 15 angka. Inggris akhirnya mampu mempertahankan keunggulan dan memastikan kemenangan.
Kapten Inggris, Fran Williams, memberikan pujian khusus kepada Halimat Adio. "Dia luar biasa bagi kami sejak kuarter kedua. Saya sangat bangga padanya, energi yang dia bawa berhasil mengembalikan kami ke dalam pertandingan saat kami sangat membutuhkannya," ujar Williams kepada TNT Sports. Williams juga menegaskan bahwa timnya tidak gentar menghadapi tekanan. "Kami adalah orang pertama yang memberi tekanan pada diri sendiri karena kami tahu kemampuan kami. Banyak pemain muda yang menunjukkan pengalaman di luar usia mereka," tambahnya.
Dengan hasil ini, Inggris akan berhadapan dengan Selandia Baru di semifinal pada Sabtu (30/7). Sementara itu, Australia yang merupakan juara bertahan dan peringkat satu dunia akan menghadapi Jamaika. Australia belum terkalahkan di turnamen ini dan menjadi favorit utama meraih emas. Jamaika, yang belum pernah meraih emas, nyaris menjuarai edisi 2022 sebelum kalah tipis 51-55 dari Australia. Di sisi lain, Afrika Selatan harus puas gagal menembus semifinal untuk pertama kalinya sejak 1998.
Bagi penggemar netball di Indonesia, pertandingan ini menjadi tontonan menarik yang menunjukkan pentingnya strategi rotasi pemain dan ketahanan mental. Meski netball belum sepopuler bulu tangkis atau sepak bola di Tanah Air, prestasi Inggris dan persaingan ketat di Commonwealth Games bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan olahraga ini di Indonesia. Pertanyaan besarnya, mampukah Inggris mempertahankan momentum dan mengakhiri puasa medali emas sejak 2018?



