36 Tahun Bebas Alkohol, Elton John: Saya Bersyukur Setiap Hari
Baca dalam 60 detik
- Elton John genap 36 tahun menjalani hidup tanpa alkohol, dirayakan dengan unggahan Instagram yang menyertakan minuman non-alkohol buatannya.
- Pada perayaan 30 tahun lalu, musisi 79 tahun itu mengaku akan mati jika tidak meminta bantuan untuk pulih dari kecanduan.
- Kisahnya menjadi pengingat bahwa pemulihan adiksi mungkin dilakukan, termasuk di Indonesia yang masih minim dukungan bagi penyintas.

Sir Elton John merayakan 36 tahun hidup tanpa alkohol. Dalam unggahan Instagram, penyanyi berusia 79 tahun itu menulis, โ36 tahun sadar hari ini. Mengangkat gelas 0% untuk kehidupan. Bersyukur untuk setiap hari.โ Foto yang dibagikan memperlihatkan ia tersenyum di luar ruangan sambil memegang segelas Elton John Zero Blanc de Blancs, minuman non-alkohol produksinya sendiri.
Perjalanan panjang sang legenda musik dimulai dari titik terendah. Pada puncak ketenaran, ia bergulat dengan kecanduan alkohol dan narkoba. Namun, sejak 1990, Elton memutuskan untuk berubah. Dalam wawancara dengan Variety beberapa tahun lalu, ia mengaku sempat khawatir tidak akan bisa tampil lagi sebagai Elton John yang dulu. โSaya mencapai titik terendah dalam hidupโbenar-benar dasar. Saya benci diri sendiri. Saya dipenuhi rasa malu. Yang saya inginkan hanyalah sembuh,โ katanya.
Keputusan untuk berhenti total bukanlah hal mudah. Elton mengambil cuti setahun penuh pada 1990-an untuk fokus pada pemulihan. Ketika kembali ke panggung, ia tampil sendirian tanpa band, karena gugup. โSaya harus langsung terjun ke ujung yang dalam. Pertunjukan itu memberi saya kepercayaan diri bahwa saya masih bisa tampil dalam keadaan sadar,โ ungkapnya.
Pada perayaan 30 tahun bebas alkohol, Elton menulis di Instagram bahwa ia โakan matiโ jika tidak mengambil langkah besar meminta bantuan. Ia mengaku diberkati dengan dukungan suami David Furnish, kedua putranya, serta teman-teman di program pemulihan. โJika saya tidak akhirnya mengambil langkah besar untuk meminta bantuan 30 tahun lalu, saya akan mati,โ tulisnya kala itu.
Kisah Elton John relevan bagi Indonesia, di mana isu kecanduan alkohol dan narkoba masih menjadi tantangan serius. Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 1,95% dari populasi pada 2023. Namun, akses terhadap program rehabilitasi dan dukungan sosial masih terbatas. Kisah pemulihan seperti Elton John bisa menjadi inspirasi bahwa perubahan mungkin terjadi, meski butuh keberanian untuk meminta bantuan.
Di sisi lain, industri hiburan Indonesia juga mulai membuka diskusi tentang kesehatan mental dan adiksi. Beberapa artis tanah air telah berbicara terbuka tentang perjuangan mereka melawan kecanduan, namun stigma masih kuat. Elton John, dengan statusnya sebagai ikon global, menunjukkan bahwa pemulihan bukanlah akhir dari karier, melainkan awal baru.
Ke depan, tantangan terbesar adalah menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mereka yang ingin pulih. Apakah Indonesia siap menyediakan lebih banyak pusat rehabilitasi dan program edukasi yang memadai? Atau akankah stigma terus menghalangi orang untuk mencari pertolongan? Pertanyaan ini masih menggantung, menanti jawaban dari para pemangku kepentingan.



