Aroma Cokelat Hitam Terbukti Tingkatkan Repetisi Latihan, Studi Ungkap Potensi Penekan Rasa Lapar
Baca dalam 60 detik
- Studi menunjukkan menghirup aroma cokelat hitam meningkatkan jumlah repetisi leg extension hingga 18 kali lebih banyak dibandingkan tanpa aroma.
- Mekanismenya diduga terkait respons otak terhadap makanan mengenyangkan, bukan sekadar efek psikologis semata.
- Para ahli memperingatkan temuan ini belum bisa dijadikan acuan utama untuk meningkatkan performa olahraga.

Penelitian terbaru mengungkap bahwa sekadar mencium bau cokelat hitam dapat mendongkrak performa latihan kekuatan secara signifikan. Studi yang dipublikasikan di jurnal Frontiers in Physiology ini menemukan partisipan yang menghirup aroma cokelat hitam mampu menyelesaikan rata-rata 18 repetisi leg extension lebih banyak ketimbang saat tidak terpapar aroma apa pun. Temuan ini membuka peluang baru dalam dunia olahraga, khususnya bagi mereka yang kerap berlatih dalam kondisi perut kosong.
Penelitian melibatkan 23 pria sehat berusia sekitar 20 tahun yang rutin menjalani latihan kekuatan. Setiap peserta diminta melakukan gerakan leg extension setelah menghirup tiga jenis cairan berbeda: cokelat hitam cair, cokelat susu cair, dan air sebagai pembanding. Hasilnya, aroma cokelat hitam tidak hanya meningkatkan jumlah repetisi, tetapi juga menekan rasa lapar, meningkatkan rasa kenyang, dan mengurangi keinginan makan. Sementara itu, aroma cokelat susu hanya memberikan tambahan rata-rata sembilan repetisi tanpa efek signifikan pada nafsu makan.
Bagi pecinta olahraga di Indonesia, temuan ini menarik mengingat tren gaya hidup sehat dan kebugaran terus meningkat. Namun, para peneliti menekankan bahwa hasil tersebut belum dapat digeneralisasi. Studi ini hanya menguji satu jenis latihan pada partisipan pria muda dengan jumlah sampel terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitasnya pada populasi lebih luas, termasuk wanita dan kelompok usia berbeda.
Mohamed Nashrudin bin Naharudin, salah satu penulis studi, menjelaskan bahwa aroma cokelat hitam diduga memicu ingatan otak terhadap makanan yang mengenyangkan. Respons ini kemudian menekan rasa lapar sehingga tubuh mampu mempertahankan performa tanpa tambahan asupan kalori. Sementara itu, ahli kinesiologi dari Michigan State University, Nicholas Mortensen, menambahkan bahwa aroma makanan dapat memengaruhi bagian otak yang berkaitan dengan memori, emosi, penghargaan, dan nafsu makan. Pada cokelat susu, peningkatan performa lebih dipengaruhi oleh respons emosional positif yang meningkatkan motivasi berlatih.
Kendati demikian, dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Fredericson mengingatkan atlet dan masyarakat agar tidak mengandalkan aroma makanan sebagai pengganti asupan nutrisi sebelum berolahraga. Menurutnya, memenuhi kebutuhan energi melalui makanan bergizi tetap menjadi cara terbaik untuk mendukung performa latihan dan mencegah kekurangan energi yang dapat berdampak pada kesehatan. Temuan ini masih bersifat awal dan perlu divalidasi dengan studi yang lebih komprehensif sebelum bisa diterapkan secara luas.



