KRL Jakarta-Bogor Kian Sesak: Perawatan Rangkaian INKA Kurangi 17 Perjalanan
Baca dalam 60 detik
- KAI Commuter memangkas 17 perjalanan KRL Jakarta Kota-Bogor mulai 7 September untuk perawatan sarana buatan INKA, menurunkan total perjalanan harian Jabodetabek dari 1.065 menjadi 1.048.
- Pengguna commuter line mengeluhkan kepadatan meningkat dan waktu tunggu lebih lama, terutama pada jam pulang kerja, memaksa sebagian mengubah jadwal berangkat.
- Perawatan intensif ini berlangsung tanpa batas waktu pasti; dampaknya berpotensi mengganggu mobilitas pekerja harian di koridor tersibuk Jabodetabek.

Kepadatan penumpang KRL lintas Jakarta-Bogor meningkat signifikan sejak Senin pekan ini menyusul keputusan KAI Commuter memangkas 17 perjalanan harian untuk perawatan rangkaian kereta produksi PT INKA. Pengguna commuter line, yang kerap disebut anker, harus bersabar menunggu lebih lama di peron, terutama saat jam pulang kerja.
Pantauan di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa sore memperlihatkan peron arah Bogor dipadati penumpang. Tama (25), seorang pengguna, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pengurangan jadwal akan membuat kereta semakin penuh dan penumpukan di stasiun tak terhindarkan. "Apalagi yang kerjanya pagi-pagi, kereta makin berkurang, takutnya numpuk di stasiun," ujarnya.
Pengguna lain, Sarah (31), merasakan dampak langsung pada rutinitasnya. Ia harus tiba di stasiun lebih awal karena jarak antarkereta yang semakin jauh dan waktu tunggu yang memanjang. "Biasanya berangkat jam 07.30, sekarang harus lebih awal. Ini mengganggu jam kerja saya," keluhnya. Sementara itu, Agung (38) yang berangkat pukul 05.30 belum merasakan perubahan di pagi hari, tetapi mengakui kereta cadangan yang biasa standby di jalur 12 Manggarai pada sore hari kini tak ada.
KAI Commuter mengonfirmasi pengurangan perjalanan ini merupakan bagian dari perawatan intensif pada rangkaian KRL seri iE305 buatan INKA yang beroperasi di rute tersebut sejak Desember 2025. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyatakan langkah ini diambil demi keselamatan dan keamanan perjalanan. "Kami memahami akan ada ketidaknyamanan dan memohon maaf," katanya dalam keterangan resmi.
Secara rinci, pembatalan perjalanan meliputi tujuh perjalanan dari Bogor/Cilebut/Depok menuju Manggarai/Jakarta Kota dan lima perjalanan dari Jakarta Kota menuju Bogor pada pagi hari, serta dua perjalanan dari Manggarai menuju Bogor dan tiga perjalanan dari Bogor pada sore hari. Akibatnya, total perjalanan harian KRL Jabodetabek turun dari 1.065 menjadi 1.048 perjalanan.
Bagi pekerja harian yang menggantungkan mobilitas pada KRL, pengurangan ini bukan sekadar angka. Koridor Jakarta-Bogor merupakan salah satu tersibuk di Jabodetabek, dengan volume penumpang yang kerap melampaui kapasitas pada jam sibuk. Dampaknya tidak hanya pada kenyamanan, tetapi juga produktivitasโketerlambatan masuk kantor atau kelelahan akibat berdiri sepanjang perjalanan menjadi risiko nyata.
KAI Commuter belum memberikan batas waktu pasti kapan perawatan ini akan selesai. Yang jelas, prioritas pada aspek keselamatan adalah langkah yang tidak bisa ditawar. Namun, pertanyaannya, apakah operator memiliki rencana mitigasi yang memadai, seperti menyediakan bus pengganti atau menambah perjalanan pada jalur alternatif? Jika tidak, keluhan para anker ini akan terus bergema, dan kepercayaan publik terhadap layanan commuter line bisa tergerus.



