Maxime Estève: Kompany Kunci Perkembangan Saya, Kini Siap Bersaing di Leipzig
Baca dalam 60 detik
- Bek asal Prancis Maxime Estève menyebut Vincent Kompany sebagai sosok krusial dalam perkembangan kariernya selama di Burnley.
- Pemain 24 tahun itu bergabung dengan RB Leipzig setelah Burnley terdegradasi, dengan ambisi bermain di Bundesliga dan Liga Champions.
- Estève akan bereuni dengan mantan pelatihnya dalam laga uji coba antara Leipzig dan Bayern Munchen pada 15 Agustus.

Maxime Estève, bek anyar RB Leipzig, secara terbuka memuji Vincent Kompany sebagai pelatih yang sangat berperan dalam pengembangan kariernya. Pengakuan itu disampaikan Estève jelang pertemuan dini dengan mantan mentornya yang kini menukangi Bayern Munchen dalam laga persahabatan, 15 Agustus mendatang.
Estève bergabung dengan Leipzig pada bursa transfer musim panas ini setelah Burnley terdegradasi dari Premier League. Di Leipzig, ia tak hanya mendapat kesempatan bermain di Bundesliga, tetapi juga kembali ke pentas Liga Champions. “Kompany sangat penting bagi perkembangan saya. Saya banyak belajar darinya, terutama dalam hal pertahanan. Saya sangat menghormatinya,” ujar Estève kepada media pada Senin (5/8).
Kedatangan Estève ke Leipzig juga menjadi babak baru bagi pemain Prancis berusia 24 tahun itu. Ia mengaku tak ragu meninggalkan Burnley demi klub yang memiliki ambisi besar. “Leipzig adalah klub besar dengan ambisi besar. Saya senang bisa bermain di level tinggi, di Bundesliga dan Liga Champions,” kata Estève. Ia juga sadar akan ketatnya persaingan di lini belakang Leipzig. “Jika Anda ingin bermain untuk klub besar, pasti ada banyak pemain top. Semua orang harus berjuang untuk tempat di tim, dan saya di sini untuk melakukan itu,” tegasnya.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, kisah Estève menawarkan pelajaran berharga tentang pentingnya bimbingan pelatih top dalam membentuk pemain muda. Kompany, yang dikenal sebagai bek legendaris, kini menjadi pelatih Bayern Munchen. Sentuhan Kompany terhadap Estève di Burnley—meski hanya setengah musim—cukup berdampak besar. Hal ini mengingatkan pada sejumlah pemain Asia, termasuk Indonesia, yang kerap mencari pengalaman di Eropa untuk mengasah kemampuan di bawah pelatih berkelas dunia. Bundesliga sendiri semakin populer di Indonesia berkat siaran langsung dan prestasi klub-klub Jerman di Eropa.
Estève juga memuji pendekatan pelatih barunya, Martín Demichelis, yang merupakan mantan bek Bayern Munchen. Menurut Estève, Demichelis sangat dekat dengan para pemain. “Dia sangat dekat dengan pemain. Saya pikir itu sangat penting. Jika sebagai pelatih Anda dekat dengan pemain, Anda bisa menanamkan lebih banyak kepercayaan kepada mereka,” ujar Estève. Demichelis ditunjuk sebagai pelatih kepala Leipzig pada Juli lalu menggantikan Ole Werner.
Leipzig akan memulai musim kompetitif dengan menghadapi Eintracht Trier di babak pertama DFB Cup pada 22 Agustus, lalu menjamu Borussia Mönchengladbach di pekan pembuka Bundesliga sepekan kemudian. Pertandingan uji coba melawan Bayern pada 15 Agustus akan menjadi ajang pembuktian awal bagi Estève dan rekan-rekannya. Akankah Estève mampu merebut tempat inti di tengah persaingan ketat? Perkembangan selanjutnya patut dinantikan.



