Gol Salto Spektakuler Ragnar Ache Raih Penghargaan Terbaik Bundesliga
Baca dalam 60 detik
- Penyerang FC Cologne, Ragnar Ache, menerima trofi Bundesliga Goal of the Season untuk musim 2025/26 setelah mencetak gol salto sempurna ke gawang Hoffenheim.
- Trofi diserahkan secara mengejutkan oleh rekan setim muda Saïd El Mala saat sesi latihan pramusim, menambah kejutan emosional bagi Ache.
- Musim baru Cologne akan dimulai dengan laga ulangan melawan Hoffenheim di pekan pertama, menjadi ajang pembuktian bagi Ache untuk mengulangi aksi gemilangnya.

Penyerang FC Cologne, Ragnar Ache, secara resmi dianugerahi trofi Bundesliga Goal of the Season untuk musim 2025/26 setelah gol saltonya yang memukau ke gawang Hoffenheim pada Februari lalu. Penghargaan ini diberikan langsung oleh rekan setimnya, Saïd El Mala, dalam suasana kejutan di tengah latihan pramusim.
Gol tersebut terjadi saat pertandingan Bundesliga antara Cologne dan Hoffenheim. Ache dengan sempurna menyambut umpan silang El Mala dengan tendangan salto yang spektakuler, membuat bola meluncur deras ke gawang lawan. Aksi akrobatik itu tak hanya memukau penonton di stadion, tetapi juga memikat para penggemar sepak bola di seluruh Jerman hingga akhirnya terpilih sebagai gol terbaik musim lalu.
Pemberian trofi secara diam-diam oleh El Mala, yang baru berusia 19 tahun, menjadi momen haru tersendiri. Ache yang tengah bersiap menjalani latihan mendadak terkejut saat El Mala muncul dengan trofi di tangannya. Rekan setim yang lain pun langsung merayakan kegembiraan itu. Bagi Ache, penghargaan ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan kreativitas di lapangan selalu mendapatkan apresiasi.
Bagi sepak bola Indonesia, momen seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi para pemain muda untuk terus mengasah teknik dan keberanian. Bundesliga, sebagai salah satu liga top Eropa, kerap menjadi barometer kualitas sepak bola dunia. Gol-gol spektakuler seperti milik Ache menunjukkan bahwa kreativitas dan latihan keras mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa di lapangan. Pesepak bola Indonesia dapat belajar bahwa momen kecil seperti latihan rutin dapat berujung pada pengakuan besar.
Cologne sendiri akan mengawali musim 2026/27 dengan laga DFB-Pokal melawan Würzburger Kickers pada 24 Agustus, sebelum memulai petualangan Bundesliga pada 29 Agustus. Menariknya, lawan pertama mereka adalah Hoffenheim—tim yang menjadi korban gol salto Ache musim lalu. Ironi jadwal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Ache untuk kembali menunjukkan taringnya. Bisakah ia mengulangi aksi gemilang di laga yang sama? Atau Hoffenheim sudah belajar untuk mengantisipasi sepak terjangnya?



