Dua Bintang Timnas Inggris Masuk Nominasi Ballon d'Or Wanita 2025
Baca dalam 60 detik
- Alessia Russo dan Alex Greenwood menjadi dua wakil Inggris dalam daftar 30 nominasi Ballon d'Or Wanita tahun ini.
- Ketidakhadiran Aitana Bonmati, peraih tiga gelar beruntun, membuka peluang persaingan yang lebih ketat.
- Upacara penganugerahan akan digelar di London pada 26 Oktober, menandai 70 tahun penghargaan bergengsi ini.

Dua pilar Timnas Inggris, Alessia Russo dan Alex Greenwood, resmi masuk dalam daftar 30 kandidat peraih Ballon d'Or Wanita 2025. Pengumuman ini sekaligus menegaskan dominasi sepak bola putri Inggris di panggung Eropa, meski tanpa kehadiran peraih tiga gelar beruntun, Aitana Bonmati, yang tengah memulihkan diri dari cedera.
Russo, penyerang Arsenal, kembali menunjukkan konsistensinya setelah musim lalu finis di posisi ketiga. Dengan torehan 24 gol dalam 40 penampilan klub, namanya layak diperhitungkan. Sementara itu, Greenwood, kapten Manchester City, berhasil membawa timnya meraih gelar Liga Super Wanita dan Piala FA musim lalu—prestasi yang sulit diabaikan para juri.
Kejutan lain datang dari gelandang Skotlandia, Caroline Weir, yang baru bergabung dengan Lyon dari Real Madrid pada Juni lalu. Meski pindah tengah musim, produktivitasnya bersama Los Blancos—20 gol di semua kompetisi—membuatnya tetap bersaing. Ini menunjukkan bahwa penilaian tidak hanya berdasarkan performa di klub terbaru, tetapi juga kontribusi sepanjang tahun.
Bagi publik Indonesia, perkembangan ini menarik untuk disimak mengingat semakin kompetitifnya level sepak bola putri global. Meski belum ada wakil Asia Tenggara, tren peningkatan kualitas liga-liga Eropa bisa menjadi tolok ukur bagi pengembangan sepak bola putri di tanah air, yang tengah berbenah menuju profesionalisme.
Penghargaan yang digagas majalah France Football sejak 1956 ini memasuki edisi ke-70. Pemilihan London sebagai lokasi acara pada 26 Oktober bukan tanpa alasan; ini merupakan penghormatan kepada Sir Stanley Matthews, legenda Inggris yang menjadi penerima pertama trofi tersebut. Langkah simbolis ini diharapkan memberi nuansa historis sekaligus merayakan evolusi sepak bola wanita.
Para pengamat menilai absennya Bonmati—yang mengalami patah tulang kaki dan melewatkan sebagian besar musim—membuka ruang bagi nama-nama baru untuk merebut mahkota. Namun, jangan lupakan pemain seperti Salma Paralluelo atau Lena Oberdorf yang juga tampil impresif. Persaingan tahun ini terasa lebih terbuka dibanding edisi-edisi sebelumnya.
Pertanyaannya, akankah Russo mampu memperbaiki posisinya dari tahun lalu? Atau justru Greenwood yang akan membuat sejarah sebagai bek pertama yang menang sejak Wendie Renard? Jawabannya akan terjawab pada malam puncak di London, sebuah momen yang dinanti jutaan penggemar sepak bola wanita di seluruh dunia, termasuk Indonesia.



