Rekor Baru Scott Hantarkan Skotlandia ke Puncak Klasemen Perdana Glasgow 2026
Baca dalam 60 detik
- Perenang Skotlandia Duncan Scott memecahkan rekor Commonwealth Games dengan waktu 1:56.38 di nomor 200 meter medley perorangan, mengungguli sahabat setimnya Tom Dean.
- Kemenangan ini merupakan emas keempat Scott di ajang tersebut dan menjadi start ideal bagi Skotlandia yang menjadi tuan rumah darurat Glasgow 2026.
- Di balik rivalitas, Scott dan Dean yang berlatih bersama di Stirling menunjukkan harmoni persaingan tingkat tinggi yang menginspirasi atlet dunia.

Duncan Scott, perenang paling berprestasi Skotlandia, mencatatkan waktu 1:56.38 di nomor 200 meter medley perorangan pada Jumat malam di Tollcross, Glasgow, mengukir rekor Commonwealth Games baru sekaligus menghadirkan medali emas pertama bagi tuan rumah.
Start dari lintasan dua, Scott bersaing ketat dengan Tom Dean—rekan setim di Stirling—yang harus puas dengan perunggu. Meski selisih waktu kurang dari satu detik (0,70 detik), jarak tersebut sangat signifikan di level elit. Dean mengakui keunggulan Scott pada segmen awal, khususnya gaya punggung dan dada.
“Eksekusinya sempurna, dan jujur ini lebih terasa sebagai pelepas beban,” ujar Scott yang seusai perlombaan ikut menyanyikan lagu kebangsaan Flower of Scotland. Ia mengaku merasakan tekanan ekspektasi lebih besar dari biasanya karena pertandingan ini merupakan pembuka bagi tim Skotlandia.
Ini adalah medali ke-14 Scott dalam empat partisipasi Commonwealth Games, menjadikannya atlet paling sukses dalam sejarah Skotlandia. Kemenangan ini juga menjadi sinyal kuat bagi Glasgow yang sukses menyelenggarakan acara setelah Victoria mundur sebagai tuan rumah.
Meski Indonesia tidak berpartisipasi dalam Commonwealth Games karena bukan anggota Commonwealth, kisah Scott patut menjadi pelajaran bagi atlet Tanah Air: dedikasi tinggi, kemampuan mengelola tekanan, dan persahabatan sejati dengan rival dapat menjadi bahan bakar prestasi. Bagaimana para atlet Indonesia mengelola rivalitas di SEA Games atau Asian Games bisa meniru model Scott-Dean.
“Duncan memiliki front end yang luar biasa. Saya berlatih dengannya setiap hari dan tahu kemampuannya,” kata Dean yang masih berjuang dengan cedera sejak pindah ke Stirling tahun lalu.
Scott mengakui bahwa tekanan hari pertama lebih terasa karena ia ingin memberikan momentum bagi tim dan penonton. “Tapi itu bukan sesuatu yang tidak bisa saya atasi,” tambahnya. Dengan satu hari libur di akhir pekan, ia kini menjadi andalan Skotlandia untuk mengumpulkan medali lebih banyak.
Pertanyaannya, mampukah Scott mempertahankan performa ini di sisa ajang? Atau akankah Dean dan perenang lain bangkit memberikan kejutan? Satu hal pasti: Glasgow 2026 sudah dimulai dengan gemilang berkat anak Alloa tersebut.



