Will Jacks Panggung Dramatis: MI London Menang di Bola Terakhir The Hundred
Baca dalam 60 detik
- Will Jacks mencetak setengah abad pertamanya di edisi The Hundred tahun ini, membawa MI London menang dramatis atas Southern Brave.
- Pertandingan berakhir menegangkan setelah Jacks tersingkir, namun Sherfane Rutherford dan Ollie Pope memastikan kemenangan di bola terakhir.
- Hasil ini menempatkan MI London di posisi ketiga klasemen dengan delapan poin, sejajar dengan pemuncak klasemen Manchester Super Giants.

Drama The Hundred kembali tercipta di Utilita Bowl, Southampton, saat MI London menundukkan Southern Brave dengan kemenangan satu bola terakhir yang mendebarkan. Will Jacks, pemain all-rounder asal Inggris, menjadi bintang dengan pukulan 54 dari 41 bola, termasuk tiga four dan dua six.
Jacks memberikan fondasi kokoh dalam pengejaran target 130 run yang dipasang Southern Brave. Namun, momentum berbalik ketika ia terjebak lbw oleh yorker Marcus Stoinis. Stoinis sebelumnya juga memecahkan rekor dengan memulangkan skipper MI James Vince dan Nicholas Pooran tanpa skor secara beruntun.
MI London sempat terpuruk setelah kehilangan empat wicket dengan tambahan 34 run, namun Sherfane Rutherford dengan 21 run dari 12 bola mengembalikan harapan. Akhir yang menegangkan terjadi saat dua run diperlukan dari bola terakhir yang dilemparkan Nikhil Chaudhary. Ollie Pope, dengan ayunan melalui point, berhasil menyelesaikan dua run dan membawa pulang kemenangan.
Di sisi lain, Southern Brave yang memukul lebih dulu hanya mampu mengumpulkan 129-9 berkat 49 run dari 26 bola oleh Jamie Smith. Smith melesakkan enam four dan dua six sebelum terjebak oleh bola lambat Richard Gleeson. Tristan Stubbs menambahkan 38 run, menjadi satu-satunya pemain Brave lain yang mencapai angka ganda. Serangan MI London merata, dengan Trent Boult sebagai yang terbaik (2-15), sementara Tom Curran, Sam Curran, dan Gleeson masing-masing mengambil dua wicket.
Klasemen sementara menempatkan MI London di posisi ketiga dengan delapan poin, sejajar dengan pemuncak klasemen Manchester Super Giants dan Welsh Fire, meski telah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Southern Brave justru berada di peringkat kedua terbawah setelah tiga kekalahan berturut-turut.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, pertandingan ini menunjukkan daya tarik The Hundred yang menghadirkan format cepat dan dramatis. Meskipun kriket belum menjadi olahraga utama di Tanah Air, momen seperti ini bisa menjadi pintu masuk untuk meningkatkan popularitasnya, terutama di kalangan anak muda yang menyukai tontonan penuh ketegangan.
Ke depan, perhatian akan beralih ke Headingley pada Selasa mendatang, saat Sunrisers Leeds menjamu Manchester Super Giants dalam double header. Super Giants putra berambisi meraih kemenangan ketiga beruntun, sementara tim putri mereka yang belum terkalahkan akan berusaha memangkas keunggulan Southern Brave di puncak klasemen. Akankah dominasi Super Giants berlanjut, atau justru ada kejutan lain yang menanti?



