Jatuh dari Palang Horizontal, Pesenam Inggris Alami Cedera Serius di Commonwealth Games
Baca dalam 60 detik
- Gabriel Langton terjatuh dari ketinggian tiga meter saat bertanding di nomor palang horizontal, menyebabkan kompetisi terhenti selama 10 menit.
- Tim senam putra Inggris tetap mampu meraih medali perak meski harus tampil di bawah tekanan setelah insiden tersebut, sementara Kanada merebut emas pertamanya dalam 20 tahun.
- Kejadian ini kembali menyoroti risiko ekstrem dalam olahraga senam dan memicu diskusi tentang perlunya protokol keselamatan yang lebih ketat di tingkat internasional.

Jatuh dari ketinggian tiga meter di Arena Glasgow, pesenam Inggris Gabriel Langton harus dilarikan ke rumah sakit setelah kepalanya terbentur matras, menggenapi malam perak timnya di final senam putra Commonwealth Games. Insiden yang terjadi pada rotasi terakhir itu menyita perhatian penonton dan atlet lain, bahkan sempat menghentikan pertandingan selama hampir 10 menit.
Pesenam berusia 19 tahun asal City of Birmingham Gymnastics Club itu gagal menangkap palang horizontal setelah melepas pegangan di ketinggian tiga meter. Ia jatuh dengan posisi kepala lebih dulu ke matras. Sekitar dua belas petugas medis segera merawatnya di tempat, memasang penyangga leher dan kepala, sebelum membawanya keluar dengan tandu. Penonton yang sebelumnya hening memberikan tepuk tangan meriah saat ia meninggalkan arena. Tim medis kemudian mengonfirmasi bahwa Langton dalam kondisi sadar dan bisa menggerakkan anggota tubuhnya. Perwakilan Tim Inggris menyatakan ia telah dibawa ke rumah sakit dan akan memberikan informasi lebih lanjut.
Setelah kompetisi dilanjutkan, rekan setim Langton harus berjuang keras mengejar ketertinggalan dari Kanada. Namun, mereka tak mampu membalikkan keadaan. Kanada meraih emas untuk pertama kalinya dalam dua dekade, menggeser posisi Inggris yang sebelumnya menjadi juara bertahan. Langton, yang merupakan pengganti mendadak untuk Max Whitlock yang cedera, tidak dapat bergabung bersama tim di podium saat menerima medali perak. Rekan setimnya, Luke Whitehouse, yang tampil pertama setelah insiden, hanya mencetak nilai 11,700. Ia mengaku harus segera melupakan kejadian tersebut dan fokus pada rutinitasnya.
Kejadian ini membuka kembali diskusi tentang keselamatan atlet dalam cabang olahraga senam yang memang dikenal memiliki risiko tinggi. Di Indonesia, olahraga senam juga memiliki tantangan serupa. Federasi Senam Indonesia (Persani) terus mendorong penerapan standar keselamatan yang lebih baik, termasuk penggunaan matras yang lebih tebal dan pelatihan teknik pendaratan yang lebih ketat. Namun, insiden seperti yang dialami Langton menjadi pengingat bahwa risiko cedera serius tidak bisa sepenuhnya dihilangkan, baik di level internasional maupun domestik.
Para atlet yang hadir di arena pun memberikan tanggapan. Felix Dolci, pesenam Kanada yang membantu timnya meraih emas, mengatakan bahwa insiden itu menunjukkan betapa sulit dan berbahayanya olahraga ini. โSemua pikiran kami tertuju pada Gabriel dan timnya. Tetap fokus setelah kejadian seperti itu bukan hal mudah, dan saya salut pada Inggris,โ ujarnya. Hamish Carter dari Skotlandia yang nyaris meraih perunggu juga mengaku lega karena Langton selamat. โKami kehilangan medali, tapi yang terpenting keselamatan Gabe,โ katanya.
Ke depan, peristiwa ini diharapkan mendorong evaluasi lebih luas terhadap protokol keselamatan di kompetisi senam internasional. Akankah federasi internasional meninjau ulang standar alat maupun prosedur tanggap darurat? Atau justru atlet yang harus semakin berhati-hati dalam setiap rutinitas? Yang jelas, nyawa dan kesehatan atlet adalah harga yang tak bisa ditukar dengan medali apa pun.



