Cedera Lengan Kambuh, Jack Draper Mundur Lagi di Ambang Turnamen
Baca dalam 60 detik
- Petenis Inggris Jack Draper kembali mundur dari turnamen, kali ini ATP Washington, hanya sehari setelah mengaku fit dan berlatih bersama pelatih baru Andy Murray.
- Cedera bone bruising di lengan serve telah membatasi Draper hanya tampil 14 kali dalam 12 bulan, membuat peringkatnya anjlok dari 4 ke 147 dunia.
- Kondisi ini mempertanyakan kesiapan Draper menuju US Open 2025 โ ia harus lolos kualifikasi atau mendapat wildcard jika ingin tampil di Flushing Meadows.

Jack Draper, petenis Inggris berusia 24 tahun yang pernah menempati peringkat keempat dunia, kembali menarik diri dari turnamen pada hari pertandingan karena cedera lengan kanan yang tak kunjung sembuh. Kali ini, turnamen ATP 500 di Washington menjadi ajang yang ia tinggalkan, memperpanjang daftar panjang kemunduran yang menghantui karirnya.
Cedera yang sama โ bone bruising atau memar tulang pada lengan serve โ telah menghambat Draper sejak awal 2024. Meski telah menjalani istirahat panjang dan baru saja kembali berlatih di bawah arahan mantan petenis nomor satu Andy Murray, Draper merasakan nyeri lagi setelah sesi latihan intensif. โIni cedera yang rumit,โ kata Draper saat wawancara di Wimbledon bulan lalu, seraya mengakui sulit menentukan kapan harus memacu diri dan kapan harus mundur.
Kondisi ini bukan pertama kali terjadi. Sebelum Wimbledon 2025, Draper juga mengaku fit dan bahkan menjalani sesi latihan tanpa kendala, namun mundur 24 jam sebelum laga pertamanya. Pengalaman serupa kini terulang di Washington, membuat banyak pihak khawatir bahwa masalah fisik ini sudah menjadi pola berbahaya. Dalam 12 bulan terakhir, Draper hanya memainkan 14 pertandingan kompetitif โ termasuk saat mencapai semifinal Eastbourne tahun ini โ dan peringkatnya merosot drastis dari posisi 4 ke 147 dunia.
Draper masih berharap bisa tampil di turnamen Montreal dan Cincinnati sebagai persiapan menuju US Open yang dimulai 30 Agustus. Namun, jika ia akhirnya lolos ke Flushing Meadows โ tempat ia mencapai semifinal pada 2024 โ Draper kemungkinan besar harus melewati babak kualifikasi atau bergantung pada wildcard. Sementara itu, pemain lucky loser Mackenzie McDonald akan menggantikannya di Washington.
Kisah Draper menjadi pengingat betapa rentannya karir atlet top terhadap cedera kronis. Di Indonesia, meskipun tenis bukan olahraga utama, perjalanan Draper bisa menjadi pelajaran bagi atlet muda tentang pentingnya manajemen cedera jangka panjang. Banyak atlet Indonesia yang mengalami nasib serupa โ misalnya pebulutangkis atau petinju โ yang karirnya terhambat karena memaksakan diri tampil tanpa pemulihan optimal. Draper, yang masih berusia 24, memiliki waktu untuk bangkit, tetapi setiap kemunduran semakin mengikis kepercayaan diri dan momentum.
Ke depan, fokus Draper adalah memulihkan cedera tanpa tekanan waktu. Pertanyaan besar yang menggantung: mampukah ia kembali ke level elite sebelum usia emasnya habis? Atau akankah cedera ini terus menjadi bayang-bayang yang menghalangi langkahnya? Turnamen demi turnamen berlalu, dan setiap kali Draper mundur, jawabannya semakin suram.



