Djokovic dan Sabalenka Bersatu di Ganda Campuran US Open: Tarik Minat atau Kontroversi?
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka dan juara 24 grand slam Novak Djokovic dipastikan tampil bersama di ajang ganda campuran US Open 2025.
- Format baru yang kontroversial tahun lalu kembali diterapkan, mengundang partisipasi bintang-bintang seperti Swiatek-Rudd dan Osaka-Nishikori.
- Kehadiran duo super ini di New York pada 25 Agustus diprediksi mendongkrak tiket dan pendapatan, meski menuai kritik dari pemain spesialis ganda.

Novak Djokovic dan Aryna Sabalenka, dua nama besar tenis dunia, akan berkolaborasi di nomor ganda campuran US Open yang digelar pada 25 Agustus mendatang di New York. Langkah ini menandai babak baru dalam format turnamen yang tahun lalu direvolusi secara kontroversial dengan menghadirkan pasangan superstar.
Djokovic yang kini 39 tahun berpasangan dengan Sabalenka, petenis putri nomor satu dunia asal Belarusia, dalam ajang dua hari tersebut. Mereka bergabung dengan deretan nama top lain seperti Jack Draper yang kembali berpasangan dengan Jessica Pegula—finalis tahun lalu—serta Iga Swiatek dan Casper Ruud yang merupakan runner-up edisi 2025.
Pasangan lainnya yang telah mendaftar termasuk Naomi Osaka dan Kei Nishikori dari Jepang, Taylor Fritz dengan Elena Rybakina, serta duo Rusia Mirra Andreeva dan Andrey Rublev. Menariknya, sejumlah pemain yang sebelumnya disebut-sebut akan memboikot acara ini sebagai bentuk tuntutan pembagian pendapatan grand slam yang lebih adil justru ikut ambil bagian—termasuk Sabalenka, Swiatek, dan Pegula yang selama ini vokal dalam aksi kolektif tersebut.
Namun, kabar ini juga diiringi catatan. Dua petenis pria terdepan, Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner, tidak tercantum dalam daftar. Alcaraz masih dalam pemulihan cedera pergelangan tangan, sementara Sinner memilih tidak berpartisipasi demi kesehatan setelah menjuarai Wimbledon bulan lalu. Serena Williams, yang kembali bermain di Wimbledon setelah cedera lutut, juga belum memastikan keikutsertaannya meski ada celah melalui wildcard.
Format baru ganda campuran US Open memang menuai pro dan kontra sejak diperkenalkan tahun lalu. Aturan diperpendek, jadwal diubah menjadi lebih awal, dan hanya satu pasangan spesialis ganda yang diundang—Italia Sara Errani dan Andrea Vavassori yang justru keluar sebagai juara. Mereka akan mempertahankan gelar tahun ini, sementara pasangan spesialis lainnya seperti Henry Patten (Inggris) berpasangan dengan Katerina Siniakova (Ceko) juga mendaftar.
Bagi pecinta tenis Indonesia, kolaborasi Djokovic-Sabalenka menjadi tontonan langka yang sayang dilewatkan. Meski belum ada wakil Indonesia di ajang ini, fenomena ini bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Tanah Air untuk mengejar prestasi di level dunia. Pertanyaannya, akankah format komersial ini bertahan di tengah kritik dari para puritan tenis, atau justru menjadi model baru yang diadopsi grand slam lainnya?



