Pirlo Kandidat Terkuat Pelatih Italia, Buffon Tolak Kembali ke Tim Nasional
Baca dalam 60 detik
- Andrea Pirlo memuncaki daftar calon pelatih anyar Timnas Italia setelah Guardiola dan Ancelotti menolak tawaran FIGC.
- Gianluigi Buffon menolak kembali ke struktur Azzurri, memaksa FIGC mencari figur penghubung antara tim junior dan senior.
- Gianfranco Zola dan Simone Perrotta masuk radar sebagai kandidat pengisi peran yang ditinggalkan Buffon.

Pencarian pelatih kepala baru untuk Timnas Italia masih terus berlangsung, dan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) kini juga harus mencari figur baru yang dapat menjembatani tim junior dan senior setelah Gianluigi Buffon memutuskan tidak kembali ke skuad Azzurri.
Direktur teknis FIGC Paolo Maldini bersama penasihat Leonardo masih berburu pelatih setelah dua nama besar, Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti, menolak tawaran. Laporan terbaru dari media Italia, Jumat (12/1), menyebut Andrea Pirlo sebagai kandidat terdepan untuk posisi yang kosong tersebut. Mantan gelandang Juventus itu dianggap memiliki visi permainan yang sejalan dengan kebutuhan regenerasi Italia pasca-gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, Buffon yang sempat bergabung dengan staf tim nasional setelah pensiun pada 2023 dan menjabat sebagai kepala delegasi hingga kekalahan play-off dari Bosnia dan Herzegovina pada akhir Mei 2026, memilih tidak menerima tawaran kembali. Bersama Gennaro Gattuso dan mantan Presiden FIGC Gabriele Gravina, Buffon mengundurkan diri setelah kegagalan tersebut. Namun, di bawah kepemimpinan baru Maldini dan Giovanni Malagรฒ, ia ditawari peran yang lebih praktis di Club Italia, tetapi ditolak.
Menurut laporan Corriere dello Sport, FIGC kemungkinan akan melakukan setidaknya satu atau dua penunjukan baru bersamaan dengan pemilihan pelatih kepala. Prioritas saat ini adalah mencari kandidat yang dapat bekerja sama dengan koordinator tim muda Maurizio Viscidi, menjembatani kesenjangan antara tim junior dan senior. Gianfranco Zola, yang kini menjabat wakil presiden Lega Pro, disebut-sebut sebagai salah satu nama yang dievaluasi. Simone Perrotta, yang sudah bekerja di dalam struktur akademi, juga masuk dalam daftar.
Nama-nama lain seperti Roberto Baggio, Francesco Totti, dan Gianluca Zambrotta juga disebut-sebut, namun masih sebatas usulan awal. Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah FIGC ini menunjukkan keseriusan dalam membangun kembali fondasi tim nasional setelah periode sulit. Di Indonesia, perkembangan ini menarik perhatian karena gaya permainan Italia kerap menjadi referensi bagi pengembangan sepak bola nasional, terutama dalam hal disiplin taktik dan pembinaan usia muda.
Ke depan, keputusan FIGC akan menentukan arah baru Azzurri. Apakah Pirlo mampu membawa Italia kembali ke papan atas sepak bola dunia, atau justru FIGC akan lebih fokus pada peran penghubung yang ditinggalkan Buffon? Semua mata tertuju pada langkah selanjutnya dari federasi.



