Jurgen Klopp Resmi Tangani Timnas Jerman, Misi Bangkitkan Kembali Kejayaan Panser
Baca dalam 60 detik
- Jurgen Klopp ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Jerman dengan kontrak empat tahun, menggantikan Julian Nagelsmann yang mundur setelah gagal di Piala Dunia 2026.
- Klopp meninggalkan posisinya sebagai kepala sepak bola global Red Bull hanya dalam waktu kurang dari dua tahun, dengan DFB membayar kompensasi melalui donasi ke yayasan milik Red Bull.
- Penunjukan ini diharapkan mengakhiri periode buruk Jerman di Piala Dunia—tiga edisi terakhir tanpa prestasi—dan membawa era baru dengan pendekatan kepelatihan yang lebih langsung dan karismatik.

Jurgen Klopp resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman untuk kontrak empat tahun, menggantikan Julian Nagelsmann yang hengkang setelah kekalahan dramatis dari Paraguay di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Keputusan ini diumumkan oleh Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) pada Jumat (24/7), sekaligus menandai babak baru bagi Der Panzer yang tengah berjuang keluar dari keterpurukan di panggung global.
Klopp, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala sepak bola global di Red Bull, meninggalkan posisinya hanya dalam waktu kurang dari dua tahun. Ia akan didampingi oleh tim asisten yang terdiri dari Peter Krawietz, Pep Lijnders, dan mantan pemain timnas Jerman Sven Bender. Selain itu, DFB juga menunjuk Per Mertesacker, bek legendaris yang menjadi bagian dari skuad juara dunia 2014, sebagai direktur utama bidang olahraga dengan kontrak hingga Piala Dunia 2030.
Penunjukan ini terjadi setelah Jerman kembali mencatatkan kegagalan di Piala Dunia. Kekalahan adu penalti dari Paraguay di babak 32 besar merupakan pukulan telak bagi tim yang terakhir kali meraih trofi pada 2014. Sebelumnya, Jerman tersingkir di fase grup pada edisi 2018 dan 2022. Kegagalan beruntun ini memicu perubahan besar di tubuh federasi, termasuk pergantian pelatih dan restrukturisasi manajemen.
Dalam pernyataannya, Klopp menekankan misi besarnya untuk menyatukan kembali publik Jerman melalui tim nasional. “Tim nasional bisa menghubungkan kami, warga Jerman, seperti hal lain. Saya sangat menantikan tugas istimewa ini,” ujarnya. Ia juga berjanji akan membangun tim yang berjuang keras, menikmati sepak bola, dan mampu membangkitkan dukungan penuh dari rakyat Jerman. Gaya komunikasi langsung dan karismatik Klopp dinilai menjadi kontras dengan pendekatan Nagelsmann yang kadang dianggap abrasif.
Presiden DFB Bernd Neuendorf mengungkapkan bahwa Klopp adalah kandidat utama sejak awal. “Kami sepakat bahwa dia adalah orang yang tepat di waktu yang tepat,” katanya. Sementara itu, eksekutif Red Bull Oliver Mintzlaff mengakui bahwa keputusan melepas Klopp tidak mudah, namun mereka mendukung ambisinya untuk menangani timnas Jerman.
Klopp, yang pernah membawa Borussia Dortmund meraih gelar Bundesliga dan Piala Jerman serta Liverpool menjuarai Liga Champions dan Premier League, menyebut peran barunya sebagai puncak karier. “Saya akan memberikan segalanya untuk sukses,” tegasnya. Ia juga mengakui masih perlu waktu untuk mempersiapkan tim menjelang jeda internasional pertama.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, penunjukan Klopp menjadi sorotan karena rekam jejaknya yang gemilang di level klub. Banyak yang berharap pendekatan gegenpressing dan kemampuan motivasinya dapat mengembalikan kejayaan Jerman yang sempat meredup. Namun, tantangan berat menanti: membangun kembali kepercayaan diri tim setelah serangkaian kegagalan, serta mengintegrasikan pemain muda dengan pengalaman internasional yang terbatas.
Ke depan, pertanyaan besar adalah apakah Klopp mampu mengulang kesuksesannya di level klub ke pentas internasional, di mana waktu persiapan jauh lebih singkat dan tekanan publik sangat besar. Dengan kontrak hingga 2030, ia memiliki waktu untuk membangun fondasi, tetapi hasil di Piala Dunia 2028 akan menjadi ujian pertama yang sesungguhnya.



