Jürgen Klopp Resmi Tangani Timnas Jerman: Misi Besar Bangkitkan Die Mannschaft
Baca dalam 60 detik
- Jürgen Klopp meneken kontrak empat tahun sebagai pelatih kepala Jerman mulai 15 Agustus 2026, menggantikan Julian Nagelsmann yang mundur setelah tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
- Pelatih 59 tahun itu akan memimpin tim yang belum meraih trofi sejak Piala Dunia 2014, dengan debut melawan Belanda di Nations League pada 24 September 2026.
- Klopp dianggap sebagai sosok ideal untuk membangun kembali identitas sepak bola Jerman berkat rekam jejaknya di klub-klub top Eropa.

Jürgen Klopp resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman menggantikan Julian Nagelsmann yang mengundurkan diri setelah kegagalan di Piala Dunia 2026. Kepastian ini diumumkan langsung oleh Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) pada Selasa (14/7/2026).
Pelatih berusia 59 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi empat tahun, berlaku mulai 15 Agustus 2026 hingga 2030. Penunjukan ini terjadi setelah Jerman secara mengejutkan tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026 oleh Paraguay, yang memicu hengkangnya Nagelsmann. “Tim nasional bisa menyatukan kami, warga Jerman, lebih dari apa pun. Itulah yang membuat peran ini begitu istimewa bagi saya,” ujar Klopp dalam pernyataan resmi DFB.
Klopp meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2023/2024 setelah sembilan tahun menukangi The Reds. Ia sempat menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global di Red Bull GmbH sejak Januari 2025, mengawasi jaringan klub internasional termasuk RB Leipzig. Namun, tawaran menangani timnas Jerman menjadi panggilan yang tak bisa ditolaknya. “Saya bersyukur atas semua pengalaman selama 18 bulan bersama Red Bull. Kini saya bersemangat menjalani peran istimewa ini dengan kerendahan hati dan kesabaran,” tambahnya.
Klopp bukanlah wajah baru di panggung sepak bola Jerman. Sebelum meroket di Liverpool, ia membawa Mainz promosi ke Bundesliga pada 2004, lalu mengembalikan kejayaan Borussia Dortmund dengan dua gelar Bundesliga (2011, 2012) dan satu DFB-Pokal. Di Liverpool, ia memutus puasa gelar liga selama 30 tahun dengan menjuarai Premier League 2019/2020, setelah sebelumnya merebut Liga Champions 2019. Musim 2021/2022 menjadi puncak terakhirnya di Anfield dengan raihan Piala FA dan Piala Liga, serta nyaris menyalip Manchester City di perburuan gelar liga.
Kini, Klopp menghadapi tantangan terbesarnya: membangkitkan Jerman yang tengah terpuruk. Setelah menjuarai Piala Dunia 2014, Die Mannschaft gagal total di tiga edisi berikutnya—tersingkir di fase grup pada 2018 dan 2022, serta di babak 32 besar pada 2026. Ketua DFB Bernd Neuendorf menyebut Klopp sebagai pilihan pertama. “Jürgen, seperti hanya sedikit orang lain, mewakili gairah, kredibilitas, dan kemampuan menginspirasi. Kami berusaha keras untuk mendapatkannya,” katanya. Direktur Olahraga DFB Rudi Völler menambahkan, “Ia terbukti mampu mengembangkan pemain muda dan membuat tim tampil di bawah tekanan. Ia juga motivator brilian yang akan menginspirasi fans dan sepak bola Jerman secara keseluruhan.”
Klopp akan memulai tugasnya dengan laga uji coba melawan Belanda di UEFA Nations League pada 24 September 2026. Pertandingan ini akan menjadi ujian awal bagi filosofi “heavy metal football” yang ia terapkan di klub-klub sebelumnya. Pertanyaannya, akankah gaya bermain intens dan pressing tinggi itu cocok untuk sepak bola internasional yang lebih jarang bertemu? Atau justru menjadi angin segar bagi Jerman yang haus akan kejayaan?



