Jalan Simpang Empat-Talu Kembali Terhubung Usai Longsor, Tim Gabungan Kerja Cepat
Baca dalam 60 detik
- Jalan provinsi Simpang EmpatโTalu di Pasaman Barat tertimbun longsor akibat hujan deras, ditangani dalam lima jam.
- Polsek Talamau bersama TNI dan Pemkab mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor.
- Wilayah Talamau yang rawan bencana semakin diperkuat dengan tim tanggap bencana tingkat nagari.

Akses jalan provinsi yang menghubungkan Simpang Empat dengan Talu Talamau di Kabupaten Pasaman Barat kembali pulih setelah tertimbun longsor selama lima jam pada Sabtu (25/7) malam. Material tanah dan bebatuan yang menutupi badan jalan berhasil dievakuasi berkat kerja sama Polsek Talamau, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.
Kecamatan Talamau, yang didominasi perbukitan, telah lama dikenal sebagai wilayah rawan longsor. Sejak gempa bumi tahun 2022 dan bencana hidrometeorologi pada November 2025, struktur tanah di kawasan itu semakin retak dan labil. Curah hujan tinggi pada Sabtu sore memicu longsor di Pesanggiang, Jorong Perhimpunan, Nagari Talu, tepat pukul 18.30 WIB.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, didampingi Kapolsek Talamau Iptu Fifriki Candra, mengonfirmasi bahwa tim gabungan segera turun ke lokasi. โKami melakukan peninjauan, rekayasa arus lalu lintas, dan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mendatangkan alat berat,โ ujar Fifriki Candra. Proses pengerukan material rampung pada pukul 23.30 WIB, sehingga kendaraan dapat melintas kembali.
Menurut Kapolres, wilayah Talamau memiliki catatan bencana yang panjang. Gempa 2022 merusak infrastruktur jalan, dan banjir bandang November 2025 semakin memperparah kondisi tanah. Jalan provinsi ini merupakan jalur vital bagi mobilitas warga dan distribusi logistik. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polsek Talamau bersama pemerintah nagari telah membentuk tim tanggap bencana di setiap desa. โTim ini menjadi garda terdepan sebelum bantuan dari kabupaten tiba,โ jelas Fifriki Candra.
Pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas jalan Talamau, terutama saat hujan. โTanah perbukitan banyak retak dan rawan longsor susulan,โ tambah Agung Tribawanto. Pertanyaan yang mengemuka adalah sejauh mana perbaikan infrastruktur jangka panjang dapat dilakukan mengingat kondisi geologis yang labil. Apakah pemda setempat akan merelokasi ruas jalan atau justru memperkuat struktur tebing?



