Paolo Maldini Ancam Mundur Jika Pirlo Tak Jadi Pelatih Timnas Italia
Baca dalam 60 detik
- Paolo Maldini dikabarkan siap meninggalkan jabatan direktur teknis jika penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas dihalangi karena keterkaitan Pirlo dengan situs judi Rusia.
- Konflik internal FIGC memanas setelah kandidat lain menolak tawaran, sementara Pirlo menjadi brand ambassador Fonbet yang memicu ancaman tuntutan hukum.
- Jika Maldini mundur, stabilitas kepelatihan Italia terancam, dengan Leonardo disebut sebagai mediator potensial untuk meredakan ketegangan.

Paolo Maldini dikabarkan siap meninggalkan jabatan direktur teknis Timnas Italia jika Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memblokir penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih kepala. Langkah ini muncul setelah keterlibatan Pirlo dengan perusahaan judi Rusia Fonbet memicu kontroversi dan ancaman hukum di dalam negeri.
Maldini sebelumnya menerima posisi baru sebagai direktur teknis dengan syarat ia memiliki wewenang penuh dalam memilih pelatih. Setelah Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola menolak tawaran, ia mengarahkan pilihan kepada mantan rekan setimnya di AC Milan, Andrea Pirlo. Namun, status Pirlo sebagai duta global Fonbet โ kelompok perjudian yang berafiliasi dengan Rusia โ memicu kemarahan publik Italia serta ancaman tindakan hukum apabila ia resmi ditunjuk.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, jika Pirlo dihalangi, Maldini dapat mengambil langkah mundur karena menilai posisinya sebagai direktur teknis tidak lagi relevan. Ini bukan kali pertama Maldini bersikap tegas; ia pernah memilih hengkang dari AC Milan ketika merasa kehilangan kendali dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, Presiden FIGC Giovanni Malagรฒ disebut tidak antusias dengan opsi Pirlo sejak awal, memperkeruh situasi yang sudah rapuh.
Konteks Indonesia: Polemik serupa pernah terjadi di sepak bola nasional ketika keterkaitan sponsor judi dengan ofisial atau pemain menjadi sorotan. Di Indonesia, perjudian dilarang keras, dan afiliasi semacam itu dapat mencoreng citra olahraga serta memicu reaksi keras dari publik dan regulator. Jika FIGC tidak mampu mengelola konflik ini, persepsi terhadap integritas timnas Italia bisa terpengaruh, menjadi pelajaran bagi federasi sepak bola di Asia, termasuk Indonesia, tentang pentingnya transparansi dalam pemilihan pelatih.
Di tengah kekisruhan, sosok Leonardo โ mantan pemain dan direktur olahraga Paris Saint-Germain โ disebut-sebut sebagai mediator yang dapat menjembatani perbedaan antara Maldini dan FIGC. Berpengalaman dalam peran di belakang layar, Leonardo dinilai mampu meredakan ketegangan dan menjaga agar rencana kepelatihan Italia tidak kolaps total.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah: apakah FIGC mampu mempertahankan Maldini dan tetap membuka peluang bagi Pirlo, atau justru harus mencari opsi ketiga yang bisa diterima semua pihak? Jawabannya akan menentukan stabilitas dan arah Timnas Italia menuju turnamen-turnamen mendatang.



