Monza Gencar Belanja Pemain: Mangas Resmi, Asante Diburu
Baca dalam 60 detik
- Monza resmi mendatangkan bek kiri Ricardo Mangas dari Sporting CP dengan skema pinjaman plus kewajiban tebus, nilai mencapai โฌ1,9 juta.
- Klub promosi Serie A itu juga membidik bek Maccabi Tel Aviv, Tyrese Asante, namun harus bersaing dengan Kasimpasa dan Lecce.
- Aktivitas transfer Monza menunjukkan ambisi untuk bertahan di kasta tertinggi Italia setelah lolos play-off promosi.

Monza, klub promosi Serie A musim ini, terus bergerak agresif di bursa transfer. Setelah memastikan tempat di kasta tertinggi Italia melalui play-off promosi bersama Venezia dan Frosinone, manajemen klub langsung tancap gas. Langkah terbaru mereka adalah mengamankan jasa Ricardo Mangas dari Sporting CP, sekaligus membidik bek Maccabi Tel Aviv, Tyrese Asante.
Ricardo Mangas, pemain berusia 28 tahun yang berposisi sebagai bek kiri, telah tiba di Italia pada Kamis (23/7) dan menjalani tes medis. Tak berselang lama, ia menandatangani kontrak dengan Monza. Kesepakatan ini berupa pinjaman dengan opsi pembelian yang berubah menjadi kewajiban jika sejumlah kondisi terpenuhi. Nilai transfernya diperkirakan mencapai โฌ1,5 juta, ditambah bonus hingga โฌ400 ribu.
Kehadiran Mangas diharapkan bisa memperkuat sisi kiri pertahanan Monza. Selain berperan sebagai bek kiri murni, ia juga bisa dimainkan di posisi lebih maju, memberikan fleksibilitas taktik bagi pelatih. Langkah ini menunjukkan keseriusan Monza untuk tidak hanya sekadar bertahan di Serie A, melainkan juga bersaing di papan tengah.
Sementara itu, Monza juga dikabarkan tengah menjalin negosiasi dengan Maccabi Tel Aviv untuk merekrut Tyrese Asante. Bek tengah ini menjadi target karena kebutuhan Monza akan tambahan pemain di lini belakang. Namun, persaingan cukup ketat. Klub asal Turki, Kasimpasa, dan sesama tim Serie A, Lecce, juga dikabarkan mengincar pemain yang sama.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, aktivitas Monza ini menarik untuk dicermati. Serie A kerap menjadi barometer bagi pemain dan pelatih Indonesia yang bermimpi berkarier di Eropa. Strategi Monza yang berani berinvestasi di pemain-pemain potensial dengan harga terjangkau bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub di Liga Indonesia. Apalagi, beberapa pemain Indonesia kini mulai dilirik klub Eropa, dan pendekatan seperti ini bisa menjadi jembatan.
Langkah Monza juga mencerminkan tren klub promosi yang tidak ingin sekadar menjadi pelengkap. Dengan belanja pemain yang terukur, mereka berusaha membangun skuad kompetitif tanpa harus jorjoran. Pertanyaannya, apakah strategi ini cukup untuk menjaga mereka tetap di Serie A musim depan? Atau justru akan menjadi bumerang jika kondisi yang memicu kewajiban tebus tidak terpenuhi?



