Pemain Timnas Zambia 'Menghilang' dari Lecce, Dapat Ancaman Hukuman Berat
Baca dalam 60 detik
- Lameck Banda, pesepakbola Zambia, tidak menghadiri latihan pramusim Lecce dan memutus komunikasi dengan klub selama beberapa hari terakhir.
- Direktur Lecce Stefano Trinchera mengaku kecewa dan memberi peringatan bahwa Banda akan menerima sanksi tegas setelah kembali.
- Kasus ini menjadi contoh nyata konsekuensi hilangnya sikap profesional, relevan bagi pengelolaan pemain di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Lameck Banda, pemain sayap asal Zambia, dipastikan bakal menghadapi sanksi berat setelah menghilang dari sesi latihan pramusim klub Serie A, Lecce. Direktur klub Stefano Trinchera menyatakan bahwa komunikasi dengan pemain berusia 25 tahun itu telah terputus selama beberapa hari, dan ketika akhirnya muncul, ia harus bertanggung jawab atas tindakannya.
Banda, yang masih terikat kontrak hingga Juni 2027 setelah Lecce memperpanjang opsi satu tahun, seharusnya bergabung dalam latihan awal bulan ini. Awalnya klub menyebut ada kendala administrasi yang menghambat kepulangannya ke Italia. Namun, kabar terakhir justru menunjukkan pemain tersebut sudah tidak menjawab panggilan tim.
โSayangnya, kami tidak mendengar kabar dari Lameck Banda selama beberapa hari. Kami terus menghubunginya untuk tes medis, tetapi tidak ada respons. Yang pasti, dia akan membayar konsekuensi dari perilakunya,โ ujar Trinchera kepada Nuovo Quotidiano di Puglia. Ia menambahkan bahwa klub merasa kecewa karena selama ini selalu mendukung Banda, termasuk dalam urusan pribadinya. โPerilakunya mengejutkan kami semua,โ tegasnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi sepak bola Indonesia tentang pentingnya komitmen dan komunikasi antara pemain dan klub. Di Liga 1, beberapa insiden pemain mangkir atau melanggar kontrak juga pernah terjadi, meski jarang berujung sanksi publik sekeras di Eropa. Analis sepak bola menilai bahwa kontrak profesional harus dihormati, dan klub berhak memberikan sanksi tegas untuk menjaga disiplin tim.
Banda sebelumnya tampil cukup reguler sebagai pemain sayap Lecce sejak bergabung pada 2022. Kepergiannya secara sepihak tentu merugikan klub yang tengah mempersiapkan musim baru. Belum diketahui apakah ada faktor pribadi atau tawaran dari klub lain yang memicu tindakannya. Lecce pun belum mengungkapkan langkah hukum atau sanksi spesifik yang akan dijatuhkan.
Ke depannya, kasus ini membuka pertanyaan: akankah Banda kembali dan menerima hukuman, atau justru memilih hengkang dengan risiko pemutusan kontrak? Yang jelas, peringatan tegas dari Lecce menunjukkan bahwa klub Italia tidak akan mentolerir ketidakprofesionalan. Bagi sepak bola Indonesia, insiden ini bisa menjadi bahan evaluasi soal pengelolaan kontrak dan kedisiplinan pemain.



