Kapal SAR Basarnas Ludes Terbakar Saat Perawatan di Muara Baru, Nihil Korban
Baca dalam 60 detik
- Kapal negara KN SAR Ramawijaya 240 milik Basarnas Mentawai terbakar di galangan kapal PT Proskuneo Kadarusman, Muara Baru, Rabu malam.
- Sebanyak 14 unit mobil pemadam dan 70 personel dikerahkan; api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki polisi, sementara kerugian material belum dapat ditaksir.

Kapal negara milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) terbakar hebat saat menjalani perawatan tahunan di galangan kapal PT Proskuneo Kadarusman, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (22/7) malam. Insiden yang melibatkan KN SAR Ramawijaya 240 itu berhasil dipadamkan tanpa menelan korban jiwa, namun memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian.
Kapal sepanjang 40 meter yang dioperasikan Kantor Basarnas Mentawai itu sedang berada di dok untuk menjalani proses docking tahunan. Kepala Kantor Basarnas Jakarta, Desiana Kartika Bahari, memastikan seluruh awak kapal dan pekerja galangan selamat. "Tidak ada korban dalam peristiwa kebakaran tersebut, baik dari ABK yang sedang melakukan pengawasan maupun pegawai dari perusahaan docking kapal," ujarnya.
Kobaran api pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar pukul 19.58 WIB. Petugas pemadam kebakaran dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu tiba di lokasi lima menit kemudian. Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, mengatakan sebanyak 14 unit mobil damkar dengan 70 personel dikerahkan. "Hingga pukul 20.44 WIB, masih proses pendinginan api," ungkapnya. Proses pendinginan berlangsung hingga Rabu malam untuk mencegah munculnya titik api baru.
Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetio, mengonfirmasi bahwa kapal tersebut bukan milik Kantor SAR Jakarta, melainkan sedang menjalani perbaikan tahunan di galangan Muara Baru. "Kapal yang terbakar milik Basarnas Mentawai," tegasnya. Sementara itu, petugas Sudin Gulkarmat masih mengumpulkan keterangan dari saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran. "Kami masih mengumpulkan informasi penyebab dan taksiran kerugian," imbuh Gatot.
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan keselamatan di galangan kapal, terutama saat perawatan kapal negara. Basarnas mengandalkan kapal-kapal seperti KN SAR Ramawijaya untuk operasi pencarian dan pertolongan di perairan Mentawai dan sekitarnya. Dengan kapal utama yang kini rusak, operasi SAR di wilayah tersebut berpotensi terganggu sementara waktu. Pihak Basarnas belum memberikan pernyataan mengenai rencana penggantian atau perbaikan kapal.
Penyebab kebakaran belum diketahui dan telah diserahkan kepada pihak kepolisian untuk investigasi lebih lanjut. Pertanyaan yang mengemuka: apakah insiden ini murni kecelakaan teknis atau ada faktor kelalaian? Publik menanti hasil investigasi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, mengingat kapal SAR adalah aset vital dalam misi kemanusiaan.



