Sopir Mobil Pengangkut Uang Roboh Saat Diperiksa, Polisi Ungkap Kondisi Jantung
Baca dalam 60 detik
- Seorang sopir perusahaan keamanan di Klang, Malaysia, meninggal dunia saat memberikan keterangan kepada polisi terkait percobaan perampokan yang dialaminya.
- Hasil otopsi sementara menunjukkan penyebab kematian adalah kondisi jantung, dan polisi telah mengantongi petunjuk penting untuk memburu pelaku.
- Insiden ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi petugas pengangkut uang tunai di kawasan perkotaan Asia Tenggara.

Seorang sopir mobil pengangkut uang tunai berusia 43 tahun meninggal dunia saat menjalani pemeriksaan polisi di markas distrik Klang Selatan, Selangor, Malaysia, Selasa (21/7) malam. Ia sebelumnya menjadi sasaran percobaan perampokan bersenjata saat melakukan transfer uang dari sebuah bank di Bandar Bukit Tinggi, Klang, pada Senin (20/7) siang.
Kepala Kepolisian Selangor, Komisioner Datuk Shazeli Kahar, mengonfirmasi bahwa korban adalah salah satu personel perusahaan keamanan yang menjadi target perampokan. Saat proses pencatatan pernyataan berlangsung, korban tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri. Tim medis yang dipanggil segera membawanya ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. โOtopsi telah selesai dilakukan, dan penyebab kematian sementara adalah kondisi jantung,โ ujar Shazeli dalam konferensi pers di markas kontingen polisi Selangor, Rabu (22/7).
Peristiwa bermula ketika korban bersama rekan kerjanya sedang melakukan pengambilan uang tunai dari bank. Seorang pria bersenjata tiba-tiba mendekat dan berusaha merampas uang tersebut. Aksi cepat salah satu petugas keamanan berhasil menggagalkan perampokan, namun pelaku sempat melarikan diri dengan membawa senapan laras pendek milik perusahaan. Polisi masih memburu pelaku dan belum melakukan penangkapan hingga saat ini.
Kasus ini menjadi pengingat akan tingginya risiko yang dihadapi petugas pengangkut uang tunai di kawasan perkotaan Asia Tenggara. Di Indonesia, modus serupa juga kerap terjadi, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Menurut data Kepolisian RI, rata-rata terjadi puluhan kasus perampokan terhadap mobil pengangkut uang setiap tahunnya, dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. Tekanan psikologis dan fisik yang dialami petugas lapangan seringkali tidak sebanding dengan perlindungan yang diberikan.
Shazeli menambahkan bahwa tim penyidik telah mengidentifikasi beberapa petunjuk penting yang diharapkan dapat mengarah pada penangkapan pelaku. โKami optimis kasus ini akan segera terungkap,โ tegasnya. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut jenis petunjuk yang dimaksud. Publik menanti langkah konkret kepolisian untuk memastikan keamanan para pekerja sektor jasa keuangan, terutama mereka yang bertugas di lapangan dengan risiko tinggi.


