Buru Penyerang Baru, Juventus Alihkan Incaran ke Mateta Usai Kolo Muani Terlalu Mahal
Baca dalam 60 detik
- Juventus belum menyetujui banderol โฌ50 juta yang dipasang PSG untuk Randal Kolo Muani, membuat negosiasi mandek.
- Crystal Palace striker Jean-Philippe Mateta muncul sebagai opsi utama kedua, dengan status kontraknya yang sedang ditahan.
- Ketidakpastian transfer ini membuka peluang bagi klub Eropa lain, termasuk potensi minat dari klub-klub Asia yang kerap memantau pasar pemain.

Upaya Juventus untuk memulangkan Randal Kolo Muani ke Turin kembali menemui jalan buntu. Klub raksasa Italia itu belum mampu memenuhi banderol โฌ50 juta yang ditetapkan Paris Saint-Germain, memaksa mereka mulai melirik alternatif lain di lini depan.
Kolo Muani, yang musim lalu dipinjamkan ke Juventus dan mencetak delapan gol dalam 16 penampilan Serie A, sejatinya menjadi prioritas utama. Namun, sikap PSG yang tak mau menurunkan harga membuat Bianconeri harus berpikir ulang. Menurut jurnalis transfer Gianluca Di Marzio, negosiasi belum sepenuhnya buntu, tetapi belum ada langkah maju berarti dari kubu Juventus.
Dengan situasi tersebut, nama Jean-Philippe Mateta, penyerang Crystal Palace, mencuat sebagai rencana cadangan. Laporan Calciomercato menyebutkan bahwa Mateta saat ini menunda perpanjangan kontrak dengan Palace karena berharap pindah ke klub papan atas Eropa. Sebelumnya, pada bursa Januari lalu, Juventus sempat mengajukan tawaran pinjaman dengan opsi pembelian โฌ33 juta, namun gagal karena adanya tawaran dari AC Milan yang kemudian batal karena masalah medis.
Bagi pengamat sepak bola Italia, kebuntuan ini menunjukkan betapa ketatnya negosiasi di bursa transfer musim panas. Juventus, yang tengah berbenah setelah musim lalu yang kurang memuaskan, membutuhkan penyerang tajam untuk bersaing di Serie A dan Eropa. Namun, dengan keterbatasan finansial, mereka harus pintar memilih antara mengeluarkan dana besar untuk Kolo Muani atau mengambil risiko dengan Mateta yang lebih murah namun belum teruji di level tertinggi.
Di sisi lain, situasi ini juga menarik untuk dicermati dari perspektif Indonesia. Meski tidak ada pemain Asia yang terlibat langsung, pergerakan klub-klub Eropa dalam memburu striker kerap memengaruhi pasar pemain Asia. Beberapa klub Indonesia dan Asia Tenggara kerap memantau pemain yang tidak jadi direkrut klub besar sebagai peluang mendatangkan bintang. Jika Juventus gagal mendapatkan keduanya, bukan tidak mungkin pemain seperti Pellegrino atau Sorloth justru menjadi incaran klub-klub Asia yang lebih agresif.
Ke depan, keputusan Juventus akan menjadi sinyal bagi klub lain. Apakah mereka akan memaksakan transfer Kolo Muani dengan cara menjual pemain lain, atau beralih total ke Mateta? Atau mungkin muncul kejutan dengan nama baru? Yang jelas, bursa transfer musim panas ini masih panjang, dan persaingan mendapatkan striker berkualitas akan semakin sengit.



