Perburuan Torjägerkanone: Guirassy Menekan Kane di Awal Musim Bundesliga
Baca dalam 60 detik
- Serhou Guirassy mencetak dua gol dalam dua laga perdana Bundesliga, sementara Harry Kane masih nihil.
- Guirassy, yang pernah finis sebagai runner-up top skor di belakang Kane, kini menunjukkan tajinya di Dortmund.
- Laga ke-100 Guirassy bersama Dortmund akan tersaji di Liga Champions melawan Villarreal, menjadi panggung pembuktian.

Serhou Guirassy langsung tancap gas di awal musim Bundesliga 2025/26. Penyerang Borussia Dortmund itu mencetak gol dan assist kala timnya menumbangkan Hoffenheim dengan skor 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol lebih dulu. Sebelumnya, ia juga membobol gawang Hamburg di laga pembuka. Dengan dua gol dari dua penampilan, Guirassy kini memimpin daftar pencetak gol sementara, sementara Harry Kane dari Bayern Munich masih belum menemukan sentuhan golnya.
Perbandingan keduanya bukan sekadar angka di papan klasemen. Guirassy pernah menjadi runner-up top skor Bundesliga 2023/24 saat membela Stuttgart dengan 28 gol, kalah dari Kane yang mengemas 36 gol. Musim lalu, ia mencetak 21 gol untuk Dortmund, dan musim ini ia tampil lebih tajam. Kane, di sisi lain, telah memenangkan Torjägerkanone tiga kali beruntun sejak pindah ke Bayern—sebuah dominasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di era modern Bundesliga.
Namun, Guirassy punya modal lain: ketajamannya di Eropa. Pada musim 2024/25, ia menjadi top skor bersama Liga Champions dengan 13 gol, menyamai Raphinha dari Barcelona. Catatan 62 gol dalam 99 penampilan untuk Dortmund menunjukkan konsistensinya sejak bergabung dari Stuttgart. Kini, tantangan terbesarnya adalah mengonversi performa impresif itu menjadi gelar individu yang selama ini luput.
Bagi pengamat sepak bola Jerman, persaingan ini menambah bumbu kompetisi. Kane di usia 32 tahun masih menjadi mesin gol Bayern, tetapi Guirassy yang lebih muda (29 tahun) menunjukkan bahwa ia bisa menjadi penantang serius. Pelatih Dortmund, Nuri Şahin, dikabarkan puas dengan perkembangan Guirassy, yang juga berperan penting dalam skema permainan tim.
“Guirassy adalah striker yang haus gol. Ia tidak hanya tajam di kotak penalti, tetapi juga cerdas dalam membaca ruang,” ujar seorang analis sepak bola Jerman yang enggan disebut namanya.
Bagi publik Indonesia, persaingan ini menarik karena kedua pemain sering tampil di layar kaca melalui siaran langsung Bundesliga. Selain itu, performa Guirassy bisa menjadi inspirasi bagi penyerang muda Asia Tenggara yang bercita-cita berkarier di Eropa. Namun, yang lebih penting, duel ini akan menentukan arah perebutan gelar individu di akhir musim.
Langkah berikutnya bagi Guirassy adalah laga ke-100nya bersama Dortmund, yang akan berlangsung di Liga Champions melawan Villarreal. Pertandingan itu akan menjadi panggung sempurna untuk membuktikan bahwa ia layak disejajarkan dengan Kane. Apakah Guirassy mampu mempertahankan start apiknya dan mengakhiri dominasi Kane? Musim masih panjang, dan jawabannya akan terungkap di lapangan hijau.



