Jadwal IPO Anthropic Mundur ke Oktober, Uji Nyali Pasar Modal Global
Baca dalam 60 detik
- Perusahaan AI Anthropic menunda pemasaran IPO hingga pertengahan Oktober, mundur dari rencana awal yang menargetkan publikasi prospektus pada September.
- IPO yang berpotensi mencapai valuasi US$2 triliun ini akan menjadi ujian besar bagi minat investor terhadap saham perusahaan AI di tengah gejolak pasar.
- Penundaan ini memberi ruang bagi Anthropic untuk menyelesaikan fasilitas kredit bergulir senilai US$15 miliar, sekaligus memanaskan persaingan IPO dengan OpenAI dan SpaceX.

Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan (AI) di balik model Claude, dikabarkan menggeser jadwal penawaran umum perdana (IPO) ke pertengahan Oktober, mundur dari perkiraan awal yang menargetkan publikasi prospektus pada pekan depan. Langkah ini menjadi sinyal bahwa pasar modal global tengah bersiap menghadapi ujian besar: apakah investor publik siap menyerap valuasi fantastis perusahaan AI yang disebut-sebut bisa menembus US$2 triliun?
Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, Anthropic sebelumnya berencana merilis prospektus IPO paling cepat pekan depan. Namun, kini publikasi dokumen penting itu diundur hingga akhir September, dengan pemasaran saham baru dimulai pertengahan Oktober dan penyelesaian listing beberapa hari sebelum pemilihan paruh waktu AS pada November. Perubahan jadwal ini, meski lazim dalam proses IPO, tetap menimbulkan spekulasi tentang kesiapan perusahaan dan kondisi pasar yang belum stabil.
IPO Anthropic diprediksi menjadi salah satu yang paling dinanti dalam sejarah, tidak hanya karena valuasinya yang monumental, tetapi juga karena menjadi barometer minat investor terhadap industri AI yang tumbuh pesat. Sebelumnya, SpaceX milik Elon Musk mencatatkan rekor valuasi US$1,77 triliun saat melantai di bursa pada Juni lalu. Kini, Anthropic berpotensi melampaui angka tersebut, menempatkannya sebagai IPO terbesar yang pernah ada.
Di balik penundaan ini, terdapat persiapan matang yang sedang berjalan. Anthropic dikabarkan tengah memfinalisasi fasilitas kredit bergulir senilai US$15 miliar, sebuah langkah yang biasanya dilakukan sebelum analis dari bank-bank penjamin emisi melakukan pertemuan dengan manajemen perusahaan. Bloomberg News sebelumnya melaporkan bahwa Anthropic sedang bernegosiasi untuk memperluas fasilitas tersebut. Dengan dana segar ini, perusahaan ingin memastikan fundamental keuangan yang kuat sebelum membuka diri ke publik.
Bank-bank investasi besar seperti Morgan Stanley, Goldman Sachs, JPMorgan, dan Citi dikabarkan terlibat dalam proses IPO ini. Kehadiran mereka menunjukkan besarnya skala penawaran dan keyakinan bahwa Anthropic akan menjadi primadona baru di bursa saham. Namun, pertanyaannya, apakah valuasi setinggi itu sepadan dengan prospek jangka panjang perusahaan yang masih bergantung pada pendanaan eksternal dan persaingan ketat dengan raksasa seperti OpenAI?
Bagi pasar modal Indonesia, perkembangan ini patut dicermati. Meski IPO Anthropic tidak secara langsung melibatkan perusahaan lokal, sentimen dari aksi korporasi raksasa AI global kerap mempengaruhi pergerakan indeks saham di Asia, termasuk IHSG. Investor Indonesia yang memiliki portofolio saham teknologi global atau reksa dana yang terdiversifikasi perlu mewaspadai potensi volatilitas saat IPO tersebut diluncurkan. Selain itu, minat terhadap AI yang semakin menggebu bisa mendorong aliran modal asing ke startup AI di kawasan, termasuk Indonesia yang tengah mengembangkan ekosistem digital.
Para analis menilai bahwa kesuksesan IPO Anthropic akan menjadi sinyal kuat bagi perusahaan AI lain yang berencana melantai, seperti OpenAI. Jika pasar merespons positif, kita mungkin akan melihat gelombang IPO perusahaan AI dalam beberapa tahun ke depan. Sebaliknya, jika valuasi dianggap terlalu tinggi dan saham anjlok setelah listing, kepercayaan investor terhadap sektor ini bisa luntur, menghambat inovasi dan pendanaan di masa mendatang.
Dengan penundaan ini, Anthropic tampaknya ingin memastikan segala sesuatunya sempurna sebelum melangkah ke panggung publik. Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan regulasi yang cepat, akankah momen Oktober menjadi waktu yang tepat? Atau justru penantian ini akan berujung pada kekecewaan? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi yang jelas, dunia akan mengawasi langkah raksasa AI ini dengan saksama.



