Marotta Buka Suara soal Barcelona dan Lautaro: Inter Siap Pertahankan Gelar?
Baca dalam 60 detik
- Presiden Inter, Beppe Marotta, mengonfirmasi bahwa Barcelona sempat mengajukan tawaran untuk Lautaro Martinez pada bursa musim panas lalu, namun ditolak karena sang kapten dianggap sebagai masa depan klub.
- Marotta menilai persaingan Scudetto musim ini tidak hanya melibatkan Inter dan Napoli, melainkan juga Roma, Juventus, dan Como yang tampil mengejutkan, sehingga hasil akhir diperkirakan akan berlangsung ketat hingga akhir musim.
- Di tengah kepergian mendadak direktur olahraga Piero Ausilio, Inter justru menunjukkan stabilitas dan kepercayaan diri, dengan Marotta menekankan bahwa mempertahankan gelar adalah tantangan terbesar yang harus dihadapi timnya.

Menjelang laga big match Serie A yang mempertemukan Inter Milan dengan Napoli di San Siro, Presiden Inter Beppe Marotta angkat bicara mengenai sejumlah isu panas, mulai dari minat Barcelona terhadap Lautaro Martinez hingga peluang timnya mempertahankan scudetto. Dalam wawancara dengan DAZN Italia, Marotta dengan tegas menyatakan bahwa sang kapten adalah aset yang tidak tergantikan, sekaligus mengakui bahwa persaingan juara musim ini jauh lebih terbuka dibanding musim-musim sebelumnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah atmosfer yang tidak biasa di kubu Nerazzurri. Kepergian mendadak direktur olahraga Piero Ausilio, yang telah mengabdi sejak 2005, menjadi kejutan tersendiri. Namun, dibandingkan dengan musim panas lalu ketika Simone Inzaghi hengkang setelah kekalahan di final Liga Champions, kali ini ada rasa stabilitas dan kepercayaan diri yang lebih besar. Marotta menilai bahwa kemenangan memang membantu untuk terus menang, tetapi justru pembuktian adalah hal yang paling sulit. "Kami belum mencapai apa pun, jadi jika ingin mencatatkan sejarah, kami harus terus menggali motivasi justru karena kami adalah tim yang harus dikalahkan, yang membuat setiap pertandingan semakin sulit," ujarnya.
Mengenai persaingan scudetto, Marotta menolak anggapan bahwa hanya Inter dan Napoli yang akan bersaing. Ia menyebut Roma, Juventus, dan bahkan Como sebagai penantang serius. "Bukan hanya Inter dan Napoli yang memperebutkan Scudetto, tetapi juga Roma, Juventus, dan lainnya yang tidak ingin saya lupakan, termasuk Como yang merupakan kuda hitam bergengsi. Ini semua berarti hasil akhir sangat tidak pasti," jelas Marotta. Pandangan ini menegaskan bahwa Serie A musim ini diprediksi menjadi salah satu yang paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir, dengan banyak tim yang mampu mengejutkan.
Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer, Marotta juga membenarkan kabar bahwa Barcelona sempat mengajukan tawaran untuk Lautaro Martinez pada musim panas lalu. Namun, respons dari klub dan pemain adalah untuk terus bersama. "Itu benar, tetapi juga benar bahwa respons dari kami dan pemain adalah untuk melanjutkan kebersamaan. Lautaro Martinez adalah kapten, dia mewakili masa kini dan masa depan Inter, semoga dia berkuasa selama mungkin," kata Marotta sambil tersenyum. Pengakuan ini menegaskan komitmen Inter untuk mempertahankan pemain bintangnya di tengah godaan klub-klub besar Eropa.
Selain itu, Marotta juga menyinggung situasi kontrak sejumlah pemain. Francesco Pio Esposito baru saja menandatangani perpanjangan kontrak pekan ini, sementara Federico Dimarco mengeluh belum diajak bicara soal kontrak baru. Menanggapi hal ini, Marotta menegaskan bahwa klub menghormati semua pemain dan akan segera bertemu dengan berbagai agen untuk membahas kebutuhan mereka. "Kami memiliki rasa hormat yang besar terhadap semua pemain kami, dan segera kami akan bertemu dengan berbagai agen untuk melihat apa kebutuhan mereka. Ada rasa memiliki yang besar di Inter, dan bersama-sama kami akan mengevaluasi bagaimana melanjutkan hubungan ini," jelasnya.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk disimak. Inter Milan memiliki basis penggemar yang besar di tanah air, dan keputusan untuk mempertahankan Lautaro Martinez menjadi sinyal bahwa klub tidak mudah tergoda oleh tawaran finansial dari klub-klub Eropa lainnya. Ini juga menunjukkan bahwa Serie A masih menjadi liga yang kompetitif dan menarik, dengan banyak tim yang mampu bersaing di papan atas. Kehadiran Como sebagai penantang baru juga menambah warna persaingan, mengingat klub tersebut dimiliki oleh pengusaha Indonesia, sehingga menciptakan koneksi emosional dengan publik Tanah Air.
Pertandingan melawan Napoli sendiri akan menjadi ujian awal bagi Inter untuk membuktikan keseriusan mereka mempertahankan gelar. Dengan persaingan yang semakin ketat, setiap poin akan sangat berharga. Pertanyaannya, apakah Inter mampu menjaga konsistensi di tengah perubahan internal dan tekanan dari para pesaing? Atau justru Napoli yang akan kembali menunjukkan dominasinya? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun yang jelas, Serie A musim ini menjanjikan drama dan kejutan hingga akhir musim.



