Evenepoel Menangi Uji Coba Waktu, Selisih dengan Pogacar Mengecil
Baca dalam 60 detik
- Remco Evenepoel memenangi etape 16 Tour de France nomor time trial, memangkas 28 detik dari keunggulan Tadej Pogacar.
- Pogacar masih memimpin klasemen dengan selisih 4 menit 32 detik, mendekati gelar ketiga beruntun.
- Rekan setim Evenepoel, Florian Lipowitz, harus mundur akibat kecelakaan di tikungan.

Remco Evenepoel sukses merebut etape 16 Tour de France nomor individual time trial, Selasa (21/7), setelah menempuh rute sepanjang 26,1 kilometer dalam waktu 32 menit 19 detik. Kemenangan ini memangkas 28 detik dari keunggulan Tadej Pogacar di klasemen umum, meskipun pembalap Slovenia itu masih kokoh di puncak.
Pogacar, yang finis kedua pada etape tersebut, tetap memimpin dengan selisih 4 menit 32 detik atas Evenepoel. Pembalap UAE Team Emirates-XRG itu kini semakin dekat dengan gelar Tour de France ketiga secara beruntun. Namun, performa Evenepoel yang impresif di dua etape terakhir memberi sinyal bahwa persaingan belum sepenuhnya berakhir.
"Ini luar biasa. Memenangi time trial dengan performa seperti ini, saya bangga dan bahagia. Sungguh menakjubkan bisa menang dua etape berturut-turut," ujar Evenepoel, yang juga meraih emas di nomor road race dan time trial Olimpiade Paris.
Mattias Skjelmose asal Denmark (Lidl-Trek) menempati posisi ketiga dengan selisih satu menit empat detik dari Evenepoel. Sementara itu, rekan setim Pogacar, Isaac del Toro, tetap bertahan di peringkat ketiga klasemen umum setelah finis kelima pada etape ini. Pembalap Prancis Paul Seixas, yang finis keempat, hanya terpaut 20 detik dari Del Toro di klasemen.
Namun, kemenangan Evenepoel terasa pahit karena rekan setimnya di Red BullโBoraโHansgrohe, Florian Lipowitz, harus mengundurkan diri setelah mengalami kecelakaan di tikungan kanan sekitar enam kilometer dari garis finis. Lipowitz sebelumnya menempati peringkat kelima klasemen umum. "Sungguh disayangkan. Kemenangan ini terasa sedikit pahit," kata Evenepoel.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, Tour de France selalu menjadi tontonan bergengsi yang menyajikan drama dan strategi tim. Persaingan antara Pogacar dan Evenepoel mengingatkan pada rivalitas klasik dalam olahraga ini, di mana keunggulan waktu yang tipis bisa berubah drastis di etape pegunungan. Meskipun tidak ada pembalap Indonesia yang berpartisipasi, ajang ini tetap relevan sebagai referensi bagi atlet dan penggemar sepeda tanah air dalam memahami taktik balap level dunia.
Etape selanjutnya, Rabu (22/7), akan berupa rute datar sepanjang 174,7 km dari Chambery ke Voiron. Etape ini diperkirakan akan dimanfaatkan oleh pembalap sprinter untuk merebut kemenangan, sementara para pesaing klasemen umum akan berusaha menghemat tenaga. Akankah Evenepoel mampu terus menekan Pogacar di etape pegunungan yang akan datang? Ataukah Pogacar akan semakin kokoh mempertahankan jersey kuning?



