75 Tahun Penantian: Bisakah Mayo Akhirnya Taklukkan Kerry di Final All-Ireland?
Baca dalam 60 detik
- Mayo belum merasakan gelar All-Ireland sejak 1951, terpaut 75 tahun dan mencatat 11 kekalahan di partai puncak.
- Kerry, pengoleksi 39 Sam Maguire, menjadi batu sandungan utama Mayo dengan tiga kemenangan final langsung.
- Legenda kutukan dari seorang pastor usai kematian anggota tim 1951 menambah tekanan psikologis jelang final pekan ini.

Tujuh puluh lima tahun sudah berlalu sejak terakhir kali Sam Maguire bersarang di tangan Mayo. Final All-Ireland 2024 bukan sekadar laga perebutan gelar, melainkan panggung bagi sebuah penantian panjang yang sarat luka dan mungkin—kutukan.
Mayo tercatat sebagai tim dengan jumlah kekalahan terbanyak kedua di final All-Ireland: 11 kali. Angka itu hanya kalah dari Kerry yang justru memimpin perolehan gelar dengan 39 trofi. "Tak ada yang lebih sering kalah final daripada Kerry," ujar mantan kapten Kerry Dara Ó Cinnéide, merujuk pada 24 kekalahan mereka. Namun bagi Mayo, setiap final adalah sisa-sisa trauma. Pertemuan terakhir mereka di partai puncak terjadi pada 2006, dan lagi-lagi Kerry yang menjadi mimpi buruk.
Cerita kutukan bermula setelah kemenangan Mayo pada 1951. Dikisahkan, dalam perjalanan pulang dengan truk terbuka, pesta pora pemain mengganggu prosesi pemakaman di Foxford. Seorang pastor konon mengucapkan kutukan: Mayo tidak akan pernah menjuarai All-Ireland selama masih ada anggota tim itu hidup. Meski dianggap mitos, fakta berbicara: sejak 1951, Mayo selalu gagal di final. Kematian Dr Mick Loftus pada 2023, anggota terakhir tim 1951, memicu spekulasi apakah kutukan itu berakhir.
Rivalitas kedua tim intens sejak awal 2000-an. Kerry mendominasi dengan lima gelar dalam satu dekade, sementara Mayo harus menelan pil pahit lewat kekalahan dramatis. Pada final 2017, Dean Rock memastikan kemenangan Dublin dengan tendangan bebas di detik akhir. Di semifinal 2014 dan 2017, kedua tim saling membalas lewat laga ulangan yang menegangkan. Kini, Mayo datang dengan generasi baru: Kobe McDonald, Darragh Beirne, dan lainnya, di bawah manajer Andy Moran yang menjadi pahlawan semifinal 2017. Kerry tetap diperkuat bintang seperti Sean O'Shea dan David Clifford.
Pertanyaan besarnya: apakah catatan 75 tahun tanpa gelar akan berakhir, atau Kerry kembali menjadi algojo? Satu yang pasti, final Minggu ini akan menjadi saksi sejarah—baik bagi kebangkitan Mayo atau kelanjutan dominasi Kerry. Dan soal kutukan? Hanya hasil akhir yang bisa memberi jawaban.



