F1 Kembali ke Sepang? Anwar Janji Pengumuman Besok
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Malaysia akan mengumumkan status gelaran Formula 1 di Sirkuit Sepang pada Minggu (26/7).
- Malaysia menjadi kandidat pengganti Grand Prix Bahrain yang terancam batal akibat konflik Iran-Amerika Serikat.
- Jika terealisasi, ini akan menjadi balapan F1 pertama di Malaysia sejak 2017 dan berpotensi mendongkrak sektor pariwisata.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memastikan pengumuman resmi mengenai kemungkinan kembalinya ajang Formula 1 ke Sirkuit Internasional Sepang (SIC) akan disampaikan pada Minggu, 26 Juli. Kepastian itu disampaikan Anwar usai menghadiri acara pembukaan sekolah agama di Bukit Mertajam, Sabtu (25/7), menanggapi spekulasi bahwa Malaysia bakal menggantikan Bahrain Grand Prix yang terancam batal.
Rencana ini muncul di tengah ketidakpastian jadwal F1 akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Menurut laporan portal motorsports the-race.com, manajemen F1 tengah mencari sirkuit alternatif untuk mengisi tanggal 4 Oktober, setelah Bahrain dan Saudi Arabia terpaksa menunda seri April mereka karena perang. Jika konflik Iran-Amerika Serikat semakin memanas, dua balapan terakhir musim ini di Qatar (29 November) dan Abu Dhabi (6 Desember) juga berpotensi dibatalkan.
Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Mohd Taufiq Johari, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima indikasi awal dari Anwar dan kementerian terkait kemungkinan menjadi tuan rumah. Terakhir kali SIC menggelar Grand Prix Malaysia adalah pada 2017, sebelum akhirnya dihapus dari kalender akibat biaya penyelenggaraan dan lisensi yang terus membengkak.
Pengamat motorsports Asia Tenggara menilai langkah ini tidak hanya menyelamatkan kalender F1, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi Malaysia. โMenyelenggarakan F1 kembali bisa menjadi stimulus pariwisata dan investasi,โ ujar analis olahraga dari Universitas Malaya. Namun, tantangan biaya tinggi masih menjadi isu, mengingat faktor itulah yang membuat Malaysia mundur pada 2017.
Bagi publik Indonesia, kepulangan F1 ke tetangga terdekat menjadi angin segar. Selama ini, penggemar tanah air kerap terbang ke Singapura atau Malaysia untuk menonton balapan langsung. Jika Sepang kembali masuk kalender, akses menonton langsung menjadi lebih mudah dan murah. Selain itu, ajang ini juga dapat memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai destinasi motorsports global, bersaing dengan sirkuit di Timur Tengah dan Eropa.
Pertanyaannya, akankah Malaysia mampu memenuhi tuntutan finansial dan logistik F1 di tengah tekanan geopolitik? Jawabannya akan diketahui dalam hitungan jam.



