Lima Bintang Siap Bersinar di Glasgow 2026: Kerr hingga Le Clos
Baca dalam 60 detik
- Josh Kerr, pemegang rekor dunia mil terbaru, menjadi andalan tuan rumah Skotlandia di Glasgow 2026.
- Chad le Clos berpeluang menjadi atlet putra paling sukses dalam sejarah Commonwealth Games dengan satu medali lagi.
- Pesona atlet muda Samoa, Seine Stowers, dan kembalinya Rhys McClenaghan dengan 'Rhys 2.0' menambah daya tarik pesta olahraga ini.

Glasgow 2026 akan menjadi panggung bagi lebih dari 3.000 atlet dari 10 cabang olahraga, dengan 215 medali emas diperebutkan. Di antara lautan talenta, lima nama menonjol siap mencuri perhatian—mulai dari pemecah rekor dunia hingga atlet yang mengejar sejarah.
Josh Kerr, pelari asal Edinburgh, datang ke Glasgow dengan status baru sebagai pemegang rekor dunia mil. Pekan lalu di Diamond League London, ia memecahkan rekor yang bertahan 27 tahun dengan catatan 3 menit 42,66 detik—hampir setengah detik lebih cepat dari rekor sebelumnya. Bagi Kerr, medali emas di tanah kelahiran adalah mimpi masa kecil yang ingin diwujudkan. Ia akan turun di nomor Commonwealth Mile pada 1 Agustus di Scotstoun Stadium.
Kadeena Cox, atlet para-Inggris yang telah memenangkan emas Paralimpiade di atletik dan balap sepeda, akhirnya akan merasakan atmosfer Commonwealth Games setelah dua edisi terakhir absen karena cedera. Di Glasgow, ia akan berlaga di nomor C4-5 4000m individual pursuit di Sir Chris Hoy Velodrome pada 30 Juli. Cox, yang juga dikenal sebagai kontestan I'm A Celebrity, diharapkan menjadi bintang di velodrome yang riuh.
Chad le Clos, perenang Afrika Selatan, hanya butuh satu medali lagi untuk menjadi atlet putra paling sukses dalam sejarah Commonwealth Games. Dengan koleksi 18 medali—tujuh emas—ia telah menyamai rekor Ian Thorpe dengan tujuh medali dalam satu edisi di Glasgow 2014. Di usia 34 tahun, Le Clos akan fokus pada nomor 50m dan 100m kupu-kupu. Final 100m kupu-kupu berlangsung pada 26 Juli, disusul 50m pada 29 Juli di Tollcross Swimming Centre.
Seine Stowers, atlet angkat besi Samoa yang baru berusia 18 tahun, menjadi salah satu prospek paling menarik. Pada Kejuaraan Angkat Besi Universal di Samoa awal tahun ini, ia memecahkan 12 rekor dan meraih empat emas. Di kelas 77 kg putri, Stowers mengangkat 142 kg di clean and jerk. Ia akan berkompetisi di SEC Armadillo pada 29 Juli, dengan rekor dunia Olivia Reeves (123 kg snatch, 155 kg clean and jerk) sebagai target yang mungkin tergoyahkan.
Rhys McClenaghan, pesenam asal Irlandia Utara, datang ke Glasgow dengan status juara Olimpiade, dunia, Eropa, dan Commonwealth. Setelah cedera bahu yang memaksanya istirahat tahun lalu, ia siap memperkenalkan 'Rhys 2.0'—rutinitas baru yang disesuaikan dengan perubahan aturan. "Commonwealth Games adalah kesempatan untuk menunjukkan progres. Di Olimpiade, Anda ingin menampilkan produk jadi," ujarnya. Final pommel horse akan digelar pada 27 Juli di The Arena.
Bagi Indonesia, Commonwealth Games mungkin bukan ajang utama, tetapi cerita para atlet ini memberikan gambaran tentang semangat kompetisi dan dedikasi tinggi. Kehadiran atlet seperti Kerr yang berlaga di depan publik sendiri, atau Le Clos yang mengejar rekor, bisa menjadi inspirasi bagi atlet Tanah Air yang tengah mempersiapkan diri menuju Asian Games atau Olimpiade. Selain itu, program yang lebih ramping di Glasgow 2026—hanya 10 cabang—menjadi model efisiensi penyelenggaraan multi-event yang patut dicermati.
Dengan persaingan yang ketat dan cerita di balik setiap atlet, Glasgow 2026 menjanjikan momen-momen tak terlupakan. Pertanyaan besarnya: akankah Kerr memenuhi prediksi emas di depan publik sendiri, atau justru Le Clos yang menorehkan sejarah baru? Jawabannya akan terjawab di akhir Juli dan awal Agustus mendatang.



