Trump Tuding LeBron James Rasis, Pujian ke Jordan Picu Perdebatan
Baca dalam 60 detik
- Donald Trump menyebut LeBron James 'mungkin rasis' saat membandingkannya dengan Michael Jordan dalam konferensi pers Gedung Putih.
- LeBron James baru saja mengumumkan kepindahannya ke Philadelphia 76ers, menambah daya tarik tim tersebut dengan deretan bintang.
- Insiden ini menyoroti ketegangan antara atlet kulit hitam dan politikus, yang juga relevan di tengah penggemar NBA di Indonesia.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi saat melontarkan tuduhan rasis kepada bintang NBA LeBron James. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyebut James 'mungkin seorang rasis' ketika diminta pendapatnya mengenai siapa pemain basket terbaik sepanjang masa. Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah James mengumumkan kepindahannya ke Philadelphia 76ers.
LeBron James, yang genap berusia 41 tahun, telah resmi bergabung dengan 76ers setelah kontraknya bersama Los Angeles Lakers berakhir. Keputusan itu diumumkan melalui unggahan panjang di media sosial, di mana James menyatakan keyakinannya dapat membawa Philadelphia meraih gelar juara NBA kelima dalam kariernya. Namun, sorotan justru beralih ke komentar Trump yang dinilai tidak berdasar.
Dalam kesempatan itu, Trump membandingkan James dengan Michael Jordan, legenda Chicago Bulls yang telah memenangkan enam gelar NBA. Trump menyebut Jordan sebagai teman baiknya dan memujinya habis-habisan. "Michael Jordan adalah teman saya. Saya bermain golf dengannya. Dia orang yang sangat baik," ujar Trump. "Saya pikir LeBron, mungkin dia seorang rasis, atau mungkin dia tidak suka Trump. Saya tidak tahu. Saya hanya suka orang yang menyukai saya. Jadi saya memilih Michael Jordan."
Hubungan antara James dan Trump memang telah tegang sejak masa kepresidenan Trump sebelumnya. James kerap mengkritik kebijakan Trump dan secara terbuka mendukung kandidat dari Partai Demokrat, seperti Hillary Clinton, Joe Biden, dan Kamala Harris. Pada 2017, ia bahkan menyebut Trump sebagai 'pemalas' setelah perselisihan mengenai undangan ke Gedung Putih bagi tim juara NBA. Hingga saat ini, James belum menanggapi pernyataan Trump yang terbaru.
Bagi penggemar NBA di Indonesia, pernyataan Trump ini menambah liar dinamika antara olahraga dan politik. Sejak era Michael Jordan hingga LeBron James, penggemar basket Tanah Air memiliki ikatan emosional yang kuat dengan kedua legenda tersebut. Komentar Trump yang bernada rasis berpotensi memicu perdebatan di media sosial Indonesia, terutama di kalangan netizen yang selama ini mengidolakan James sebagai figur atlet yang vokal dalam isu sosial.
Di sisi lain, langkah James bergabung dengan 76ers membuat tim asal Philadelphia itu menjadi salah satu favorit juara musim depan. Dengan usia yang tidak lagi muda, James tetap menunjukkan konsistensi luar biasa. Ia kini menjadi pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah NBA, melampaui rekor sebelumnya. Pertanyaannya, mampukah James membawa 76ers meraih gelar dan membungkam kritik dari Gedung Putih?
