Lyles Kembali Buktikan Diri Tercepat Dunia dengan Catatan 9,79 Detik
Baca dalam 60 detik
- Noah Lyles menyamai rekor pribadinya (9,79 detik) saat menjuarai nomor 100 meter putra Kejuaraan Atletik AS, mengukuhkan statusnya sebagai penguasa jarak pendek.
- Sha'Carri Richardson juga tampil impresif dengan waktu 10,77 detik di nomor putri, menandai kebangkitannya setelah masa sulit di luar lintasan.
- Prestasi ini menegaskan dominasi atlet AS menjelang musim tanpa kejuaraan besar, sekaligus menjadi tolok ukur bagi sprinter Indonesia yang bersiap menuju Asian Games.

Noah Lyles kembali menegaskan statusnya sebagai manusia tercepat di dunia. Pada Kejuaraan Atletik Amerika Serikat yang berlangsung di Icahn Stadium, New York City, ia mencatatkan waktu 9,79 detik di nomor 100 meter, menyamai rekor pribadinya yang ia raih saat merebut emas Olimpiade Paris 2024.
Pencapaian tersebut sekaligus menjadi catatan terbaik dunia untuk tahun 2026, menggeser waktu 9,82 detik milik Oblique Seville asal Jamaika yang sebelumnya memimpin. Lyles, yang kini berusia 29 tahun, mengaku puas dengan penampilannya. โSaya rasa saya sudah membuat pernyataan bahwa saya masih manusia tercepat di dunia,โ ujarnya usai perlombaan.
Persaingan di belakang Lyles cukup ketat. Ronnie Baker dan Kenny Bednarek sama-sama mencatat 9,88 detik untuk posisi kedua dan ketiga, sementara eks juara dunia Christian Coleman harus puas di urutan keempat dengan waktu 9,93 detik. โMeski ini tahun tanpa Olimpiade atau Kejuaraan Dunia, bukan berarti saya berniat lari lambat,โ tambah Lyles. โInilah saya: dominan dan konsisten.โ
Di nomor putri, Sha'Carri Richardson kembali menunjukkan kebangkitannya. Pelari berusia 26 tahun itu memenangi 100 meter dengan waktu 10,77 detik, menyamai catatan terbaik musimnya. Kayla White menjadi runner-up dengan 10,90 detik, disusul Tamari Davis di posisi ketiga (11,00 detik). Richardson, yang sempat terpuruk akibat masalah di luar trek, mengaku kini berada dalam kondisi lebih baik. โRasanya fenomenal bisa kembali ke tempat yang lebih baik, sehat secara mental, fisik, dan emosional,โ katanya. โSemua yang saya latih bersama pelatih mulai konsisten terlihat.โ
Prestasi Lyles dan Richardson ini menjadi sorotan tak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Catatan 9,79 detik Lyles menjadi pengingat betapa jauhnya jarak yang harus ditempuh sprinter Indonesia untuk bersaing di level elit. Saat ini, rekor nasional 100 meter putra Indonesia masih dipegang Lalu Muhammad Zohri dengan 10,03 detik, sementara di nomor putri, rekor atas nama Irene Truitje Joseph (11,87 detik) masih bertahan sejak 1995. Meskipun target realistis Indonesia mungkin bukan langsung menyaingi Lyles, pencapaian para atlet AS ini bisa menjadi tolok ukur ambisi menuju Asian Games dan Olimpiade mendatang.
Dengan absennya Olimpiade dan Kejuaraan Dunia tahun ini, para sprinter AS justru memanfaatkan momen untuk tetap tajam. Lyles menegaskan bahwa dominasi tidak hanya perlu dibuktikan di panggung besar, tetapi juga di setiap kesempatan. Pertanyaannya, akankah ada sprinter dari negara lain, termasuk Asia, yang mampu mendekati catatan 9,79 detik dalam waktu dekat?



