HSV Gaet Patson Daka: Bomber Zambia Jadi Andalan Baru di Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- Hamburg SV resmi mendatangkan Patson Daka secara gratis setelah ia dilepas Leicester City, menambah amunisi serangan untuk Bundesliga 2026/27.
- Eks striker Red Bull Salzburg itu diharapkan mengatasi krisis gol HSV yang musim lalu hanya mencetak 39 gol, terendah ketiga di liga.
- Dengan kepergian tiga pencetak gol terbanyak, Daka menjadi kunci kebangkitan tim asuhan Merlin Polzin di kompetisi domestik.

Hamburg SV (HSV) bergerak cepat di bursa transfer musim panas dengan mengamankan jasa striker Timnas Zambia, Patson Daka, secara gratis. Langkah ini menjadi sinyal bahwa klub raksasa yang sempat terpuruk itu serius memperbaiki tajinya di Bundesliga musim depan.
Pemain berusia 27 tahun itu telah menjalani tes medis di Volksparkstadion pada Selasa (15/8) lalu dan langsung bergabung dengan skuad dalam pemusatan latihan di Austria. Sejak dilepas Leicester City pada Mei setelah klub tersebut degradasi ke kasta ketiga Inggris, Daka menjadi incaran sejumlah klub Eropa. Namun, HSV yang lebih dulu meyakinkannya dengan proyek ambisius.
“Penandatanganan Patson memperkuat posisi penyerang tengah kami dan sesuai dengan profil yang kami cari. Dia pemain tim dengan pengalaman internasional melimpah. Kami yakin dia akan membantu tim dengan kualitasnya,” ujar anggota dewan olahraga HSV, Kathleen Krüger, dalam pernyataan resmi klub.
Daka bukan nama asing di kancah Eropa. Ia mencuat bersama Red Bull Salzburg dengan rekor 27 gol dalam semusim (2020/21), mengantarnya meraih gelar top skor dan pemain terbaik Liga Austria. Performa itu pula yang membawanya ke Leicester City dengan banderol 23 juta euro. Namun, cedera dan inkonsistensi membuatnya jarang tampil penuh di Premier League. Kini, ia kembali ke lingkungan yang lebih familier—Jerman dan Austria—untuk membangkitkan karier.
HSV sendiri butuh suntikan gol. Musim lalu, tim asuhan Merlin Polzin hanya mencetak 39 gol, terendah ketiga di Bundesliga. Lebih parah lagi, tiga pencetak gol terbanyak mereka—Fábio Vieira, Luka Vušković, dan Ransford-Yeboah Königsdörffer—semua hengkang. Daka diharapkan menjadi solusi instan. “Saya senang berada di sini dan tidak sabar untuk memulai. Saya pemain penuh gairah dan energi yang tugasnya mencetak gol,” kata Daka. “Saya sudah melihat beberapa pertandingan HSV. Tim yang menarik, dan saya senang menjadi bagian dari itu. Paket keseluruhan masuk akal bagi saya, jadi saya tidak perlu berpikir lama.”
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan HSV ini menarik untuk diikuti. Bundesliga selalu menjadi liga favorit dengan persaingan ketat, dan kebangkitan HSV—klub bersejarah yang sempat terdegradasi—selalu menyita perhatian. Daka, dengan kecepatan dan naluri golnya, bisa menjadi bintang baru yang menghibur. Apalagi, ia akan berduet dengan pemain-pemain muda berbakat di bawah arahan Polzin.
HSV akan memulai musim baru dengan laga putaran pertama DFB Cup melawan Verl pada 24 Agustus, disusul laga perdana Bundesliga melawan Borussia Dortmund pada 29 Agustus. Akankah Daka langsung menjadi pembeda? Atau butuh waktu untuk beradaptasi? Satu hal pasti, lini depan HSV kini memiliki ujung tombak yang lapar gol.



