Hamburg Rekrut Gelandang Maroko Eks Marseille: Bilal Nadir, Prospek Baru Bundesliga 2
Baca dalam 60 detik
- HSV resmi mendatangkan Bilal Nadir secara gratis setelah kontraknya di Marseille berakhir, menambah opsi lini tengah mereka.
- Gelandang 22 tahun ini sempat cedera ACL selama sembilan bulan, namun bangkit dan tampil 28 kali musim lalu, termasuk empat laga Liga Champions.
- Nadir memilih membela Maroko setelah mewakili Prancis di level junior, dan langsung mencetak gol debut untuk U23 Maroko.

Hamburg SV (HSV) resmi mengamankan jasa gelandang serang Bilal Nadir sebagai pemain bebas transfer setelah kontraknya di Olympique Marseille berakhir. Pemain berusia 22 tahun itu diharapkan menjadi motor baru lini tengah tim asuhan Claus Costa di Bundesliga 2 musim 2026/27.
Nadir bukan nama asing di sepak bola Eropa. Lulusan akademi Nice, ia memulai debut senior pada 2020 sebelum pindah ke Marseille pada 2023. Namun, cedera ligamen lutut anterior (ACL) yang dideritanya beberapa bulan setelah debut profesional sempat menghentikan laju kariernya selama sembilan bulan. Musim lalu, ia bangkit dengan mencatatkan 28 penampilan di semua kompetisi, tujuh di antaranya sebagai starter. Pengalaman bermain di Liga Champions juga ia bawa ke Hamburg, setelah tampil empat kali musim lalu, termasuk masuk sebagai pemain pengganti saat melawan Liverpool.
Direktur olahraga HSV, Claus Costa, memuji kualitas teknis Nadir. "Bilal membawa kualitas sepak bola dan teknis tinggi. Dia pemain yang selalu ingin menguasai bola dan cerdas dalam pergerakan di antara garis. Ia mampu mengubah ritme permainan dan menghubungkan antarlini," ujar Costa. Mantan pelatih Marseille, Roberto De Zerbi, bahkan membandingkan Nadir dengan Adrien Rabiot. "Saya suka sikap dan kepribadiannya. Dia tidak takut bola, haus berkembang, dan suka menusuk ke kotak penalti," kata De Zerbi.
Nadir juga memiliki cerita menarik soal kebangsaan. Meski besar di Nice dan pernah memperkuat Prancis di level U16 dan U19, pada 2023 ia memutuskan pindah kewarganegaraan sepak bola ke Maroko. Debutnya bersama tim U23 Maroko langsung manis: ia mencetak satu-satunya gol kemenangan tipis melawan Amerika Serikat. Keputusan ini membuka peluangnya untuk tampil di Piala Afrika atau bahkan Piala Dunia bersama Singa Atlas.
Dari segi gaya bermain, Nadir disebut mirip dengan gelandang Bayern Munich, Tom Bischof. Keduanya memiliki kontrol bola apik, visi permainan tajam, dan nyaman membawa bola dari lini tengah ke depan. Namun, Nadir perlu meningkatkan ketajaman di depan gawang. Dalam 39 penampilan Ligue 1, ia baru mencetak satu gol. Jika mampu menambah kontribusi gol, Nadir bisa menjadi ancaman serius bagi pertahanan lawan.
Bagi Hamburg, rekrutan ini menjadi sinyal ambisi promosi ke Bundesliga 1. Dengan pengalaman Liga Champions dan mentalitas pantang menyerah setelah cedera panjang, Nadir diharapkan menjadi pemimpin muda di ruang ganti. Pertanyaannya, akankah ia mampu mengadaptasi gaya bermainnya yang teknis ke kerasnya Bundesliga 2? Jawabannya akan terlihat mulai musim depan.



