Akuisisi 51% Saham AGAR: Pengusaha Galeri Seni Tommy Sutomo Siap Jadi Pengendali Baru
Baca dalam 60 detik
- Supriajitno Sutomo, pengusaha dan pemilik galeri seni CAN's Gallery, berencana mengakuisisi 51% saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) melalui pembelian 510 juta lembar saham dari PT Indo Kreasi Pratama dan pemegang saham lainnya.
- Jika transaksi rampung, Tommy Sutomo akan menjadi pemegang saham pengendali baru, namun manajemen AGAR memastikan tidak ada dampak material pada operasional, hukum, atau keuangan perusahaan selama negosiasi.
- Langkah ini menarik perhatian investor karena AGAR bergerak di sektor perikanan, sementara Sutomo dikenal di industri cat dan seni, membuka spekulasi tentang strategi diversifikasi bisnis ke depan.

PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), emiten perikanan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, mengumumkan negosiasi pengambilalihan saham yang berpotensi mengubah struktur kepemilikan perusahaan. Calon pengendali baru, Supriajitno Sutomoโyang akrab disapa Tommy Sutomoโberencana mengakuisisi setidaknya 51% saham perseroan, menjadikannya pemegang saham mayoritas.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (22/7/2026), manajemen AGAR menyebutkan bahwa Sutomo akan membeli 450 juta lembar saham milik PT Indo Kreasi Pratama selaku penjual utama. Selain itu, bersama penjual, ia juga akan mengupayakan pembelian tambahan minimal 60 juta lembar saham dari pemegang saham lain. Total target akuisisi mencapai 510 juta lembar saham, setara dengan 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh.
Jika transaksi ini terealisasi, Tommy Sutomo akan mengendalikan AGAR. Namun, manajemen menegaskan bahwa negosiasi ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan. Selama proses berlangsung, AGAR tetap beroperasi normal.
Latar belakang Tommy Sutomo menjadi sorotan. Ia dikenal sebagai pendiri CAN's Gallery (Canna Gallery) di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, dan juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Multipro Paint Indonesia (MPI), perusahaan manufaktur cat pelapis. Kombinasi bisnis seni dan cat ini kontras dengan sektor perikanan yang digeluti AGAR, sehingga memicu spekulasi di kalangan investor tentang arah strategi perusahaan ke depan.
Bagi investor Indonesia, akuisisi ini menarik karena AGAR bergerak di industri perikanan yang memiliki prospek cerah seiring pertumbuhan konsumsi protein ikan di dalam negeri. Namun, masuknya pengusaha dari luar sektor inti kerap menimbulkan pertanyaan tentang kesinambungan bisnis. Manajemen AGAR berusaha meredam kekhawatiran dengan menegaskan bahwa operasional tidak akan terganggu.
Menurut analis pasar modal, langkah akuisisi mayoritas saham oleh figur non-sektoral seperti Tommy Sutomo bisa menjadi sinyal adanya rencana diversifikasi atau bahkan perubahan haluan bisnis AGAR di masa mendatang. Meski manajemen menyatakan tidak ada dampak signifikan, investor tetap perlu mencermati perkembangan negosiasi dan potensi perubahan strategi setelah pengalihan kendali.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Tommy Sutomo akan mempertahankan fokus AGAR pada perikanan atau justru membawa perusahaan ke arah baru yang lebih selaras dengan latar belakang bisnisnya. Proses negosiasi yang masih berlangsung membuat pasar menanti kepastian transaksi dan rencana jangka panjang emiten ini.



