Pemilik Baru Siap Kuasai 82,5% Saham MBSS, Saham Langsung Terbang
Baca dalam 60 detik
- Pengendali MBSS, PT Galley Adhika Arnawama, sepakat menjual 82,5% saham ke PT Wibowo Group Capital melalui CSPA.
- Transaksi senilai 1,44 miliar lembar saham ini tidak memiliki afiliasi dan dijadwalkan tuntas setelah syarat pendahuluan terpenuhi.
- Divestasi besar ini memicu lonjakan harga saham MBSS sebesar 7,78% dalam sehari, menandakan optimisme pasar.

PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) memasuki babak baru kepemilikan. Pengendali perseroan, PT Galley Adhika Arnawama, resmi menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (CSPA) untuk melepas 82,5% sahamnya kepada PT Wibowo Group Capital. Langkah ini langsung disambut positif investor, tercermin dari kenaikan harga saham MBSS yang melesat 7,78% ke level Rp 2.770 per saham pada perdagangan Selasa (21/7/2026).
Dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Sekretaris Perusahaan MBSS, Emy Oktavia, mengonfirmasi bahwa CSPA telah ditandatangani pada Rabu (22/7/2026). Perjanjian ini mencakup pengalihan 1,44 miliar lembar saham, setara dengan 82,5% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. "Penandatanganan CSPA merupakan tahap awal yang mengikat para pihak dalam pelaksanaan transaksi akuisisi saham perseroan," ujar Emy.
Meski demikian, penyelesaian transaksi (closing) masih menunggu pemenuhan seluruh persyaratan pendahuluan (conditions precedent) sebagaimana diatur dalam CSPA. Emy menambahkan bahwa antara penjual dan pembeli tidak terdapat hubungan afiliasi maupun benturan kepentingan. Artinya, transaksi ini murni bersifat arm's length.
Kendati terjadi perubahan pengendali, manajemen MBSS menegaskan bahwa penandatanganan CSPA tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional perseroan. Namun, pasar tampaknya memiliki ekspektasi berbeda. Lonjakan harga saham MBSS mengindikasikan bahwa investor melihat potensi sinergi baru di bawah kendali PT Wibowo Group Capital, yang dikenal sebagai grup usaha di sektor pelayaran dan logistik.
Bagi investor di pasar modal Indonesia, aksi korporasi ini menjadi sinyal konsolidasi di sektor pelayaran domestik. MBSS, yang bergerak di jasa pelayaran dan logistik, kini berada di bawah kendali baru yang diyakini memiliki visi ekspansif. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Wibowo Group Capital akan melakukan langkah strategis seperti rights issue atau akuisisi aset baru setelah kepemilikan resmi beralih.
Ke depan, publik akan mencermati realisasi closing transaksi dan langkah-langkah strategis yang diambil oleh pemilik baru. Jika seluruh syarat terpenuhi, struktur kepemilikan MBSS akan berubah total, dan hal ini berpotensi membawa arah baru bagi emiten pelayaran tersebut.



